Selasa, 01 November 2016 - 08:41:18 WIB
Banggar DPRD Kota Jambi dan Pemkot Bahas KUA PPAS Tahun 2017
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 335 kali

Media Jambi.com - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jambi bersama unsur pemerintah Kota Jambi  mengadakan rapat dalam rangka membahas kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS), Senin (31/10).

Walikota Jambi H Syarif Fasha mengatakan, pembahasan ini sudah dimasukkan  sesuai dengan makanisme  untuk kegiatan pertahun dan nanti akan segera dibahas oleh TPAD dan Banggar legislatif.  "Insa allah sesuai dengan terget, kerena terget kami 28 November  nanti bisa disahkan menjadi perda,"ucapnya.

Dijelaskannya, untuk skala prioritas tetap seperti pembangunan. Di tahun 2017 nanti ada pembangunan rumah sakit tipe D di olak kemang seberang Kota Jambi,serta pembangunan puskesmas, pembangunan sekolah kayu  menjadi permanen dan pembangunan kantor lurah yang tidak layak, jalan lingkungan, serta pembangunan kantor camat.

"Alhamdulillah Kota Jambi sampai saat ini belum ada pemotongan anggaran, kita harap tahun depan tidak,"harapnya.

Ditambahkannya, tiga tahun berjalan kepemimpinannya mempunyai tradisi sebelum diajukan ke legislatif adakan dahulu rapat asistensi untuk kebutuhan program skala prioritas. Setelah final di asisten dan staf ahli baru final dengan Walikota dan Wakil Walikota untuk membedah APDB.     "Sekarang lagi tahap pembedahan APBD, kalau untuk cofy paste program yang lama pasti ada seperti kegiatan rutin tapi untuk pembangunan kita pisahkan, kalau pembangunan fisik  di fokuskan Dinas PU  tidak ada di SKPD lain kecuali nilai Rp 200 Juta,"jelasnya.

Ketua DPRD Kota Jambi Muhammad Nasir menjelaskan, pembahasan KUA PPAS sedikit telambat sebenarnya dibulan juli yang lalu, akan tetapi tidak ada kendala kerena sebelum sudah dibahas, yang dilihat adalah skala prioritas pembangunan  yang dilakukan oleh Walikota.

"Ini Kita sinkronkan dengan perda tentang RPJM. Karena Walikota sudah memiliki tahapan-tahapan setiap tahunnya sehingga  apa yang menjadi tujuan visi dan misi dapat tercapai dan mendekati kesuksesan,"jelasnya.

Nasir mengatakan, selaku Badan Anggaran yang ada di DPRD akan melihat dan mempertimbangkan serta mengkaji sejauh mana dampak-dampak  dari pada pembangunan tersebut. Kerena yang namanya APBD-APBN adalah stimulus bagi perekonomian masyrakat.

"Kita akan kaji dan melihat kelapangan seperti contoh yang sebelumnya apakah sesuai program yang dulu dengan sekarang. Insa Allah dengan waktu yang sikat ini kita akan maksimal bekerja sehingga 30 November akhir ketok palu menjadi peraturan daerah untuk dapat dipedoman dan dilaksakan menjadi program pembangunan 2017,"katanya.

Ditambahnya untuk nilai KUA PPAS berkisar 1,4 sekian triliun, ini menerun sedikit karena ada beberapa hal baik itu sektor DAK dan DAU menurun sedikit, kalau untuk PAD kota Jambi naik tidak ada kendala.

"Pemangkasan dari pusat sangat sedikit, hanya kerena ada kebijakan beralihnya SMA dan SMK ke Provinsi itu sebagian dampak menurunya KUA PPAS," tukasnya. (yen)