Rabu, 02 November 2016 - 16:10:48 WIB
Menciptakan Barang Bekas Menjadi Berharga
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Usaha - Dibaca: 400 kali

Mediajambi.com - Memanfaatkan barang bekas seperti botol teh gelas, kabel bekas dan botol kecap, bisa dibuat tempat minuman yang unik. Itulah ide kreatif yang dilakoni Yana (36)  warga Jalan H Ibrahim Rt 19 No 38 Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi.

Ibu dua anak ini mengaku mendapatkan keahlian secara otodidak. Pasalnya sebelumnya juga membuat aneka manik-manik yang telah dilakoni selama tiga tahun silam.  Berbagai produk manik-manik berupa toples, tas, dompet dan lain-lainnya.

Diceritakannya, awalnya saat berkunjung kerumah, dirumah seorang teman ada tempat air minum yang bentuknya unik. Lalu bertanya, terbuat dari bahan apa dan tersirat di dalam benaknya untuk menciptakannya.

"Membuat tempat air minum menggunakan barang bekas adalah ciptaan kedua, meski belum pernah mendapat pelatihan dari instansi terkait," ujarnya kepada Mediajambi.com saat ditemui di bazaar Alisa Khadijah wilayah Jambi dan merupakan binaan Alisa Khadijah Jambi, Rabu 2 November 2016.

Dijelaskannya untuk membuat satu produk dibutuhkan waktu selama tiga hari. Sedangkan harga jual bervariasi tergantung jumlah lubang. Untuk yang 7 lubang dijual dengan harga Rp 85 ribu, 9 lubang Rp100 ribu, ukuran 1 lusin Rp120 ribu dan 16 lubang Rp140 ribu.

Dia mengaku walau belum pernah mendapat pelatihan, tapi menularkan ilmu yang diperolehnya ke teman-teman.  "Saya sering mengajarkan kepada teman-teman,  tujuan berbagi ilmu dan bisa menambah penghasilan keluarga," ucapnya.

 Mengenai pemasaran dia mengaku memiliki toko sendiri di rumah, karena cukup banyak produk kerajinan yang dijual di toko, selain itu juga menerima pesanan. Kemudian  dipromosikan dari mulut ke mulut, akhirnya banyak orang yang berkunjung ke rumahnya. "Penghasilan cukup membantu ekonomi keluarga dari pada ngerumpi lebih baik berkreasi," ungkapnya.

Dia yakin usaha yang baru dilakoninya selama empat bulan telah memberi inspirasi. Selanjutnya dia juga akan terus berkreasi dengan produk-produk lainnya, serta menularkannya kepada perajin lainnya. “Sebenanrnya saya juga sangat minim pengetahuan, tentang kreasi ini, itulah sebabnya jika ada yang berminat dapat belajar dan saling tukar informasi,” ungkapnya.

Selanjutnya dia berharap ilmu yang dikembangkanya ini bisa bermanfaat bagi orang lain. Dia juga tidak pelit dengan ilmu, siapapun yang mau belajar akan diajarkannya.  Sehingga kedepan dia berharap kepada instansi terkait dapat memberi bantuan baik berupa modal kerja maupun dalam bentuk pelatihan. "Mudah-mudahan usaha kecil seperti ini dapat tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat. Tujuannya tidak lain membantu ekonomi keluarga," ucapnya.

Menurutnya memanfaatkan barang bekas menjadi aneka produk sebenarnya tidak sulit, karena bahan cukup banyak tersedia dan jika dibelipun harganya murah.  Asalkan memiliki kemauan keras dan yakin akan berhasil. "Alhamdulillah produk yang dihasilkan diminati masyarakat, khususnya ibu-ibu  rumah tangga. Karena bentuknya yang unik dan harga terjangkau," kilahnya.

 "Saya mengucapkan terima masih pada Alisa Khadijah Wilayah Jambi yang telah memberi kesempatan membuka stand. Mudah-mudahan dengan acara ini dapat mempromosikan produk yang dihasilkan dan usaha dapat berkembang. Saya bercita- cita membuat kampung perajin manik-manik  dan aneka produk lainnya,"  imbuhnya.(mas)