Jumat, 04 November 2016 - 08:40:13 WIB
Zola Terus Upayakan Pengembangan Pertanian Pangan
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Jambi Tuntas 2021 - Dibaca: 241 kali

Mediajambi.com - Sejak dilantik  menjadi Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, berkali-kali mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mengupayakan penembangan pertanian Provinsi Jambi, terutama pertanian pangan. Sudah beberapa kali Zola melakukan kegiatan lapangan sektor pertanian pangan.

Zola melakukan Penanaman Perdana Padi dengan Menggunakan Mesin Tanam Padi di Desa Rawa Medang Kecamatan Bukit Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selain itu, Zola juga diberi kehormatan untuk mengendarai mini tractor pengolah lahan sawah yang akan ditanami padi, Kamis (3/10) sore.

Dia menyatakan, pembangunan di sektor pangan diutamakan, diprioritaskan, sebagai upaya untuk memenuhi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Provinsi Jambi.

Zola mengungkapkan, banyak tantangan dalam pembangunan pertanian pangan, diantaranya perubahan iklim, hama, alih fungsi lahan dari pertanian pangan ke non pangan.

Zola menyatakan, keseimbangan lahan pangan dan non pangan harus dijaga. "Lahan pangan di Desa Rawa Medang dan sekitarnya merupakan bagian dari wilayah irigasi Suban, salah satu lumbung pangan Provinsi Jambi. Kami akan terus berupaya mendukung pertanian di sini. Hamparan pertanian seperti ini sudah sangat jarang ditemukan di Provinsi Jambi. Kita akan bantu dengan dukungan infrastrukturnya, alsintannya (alat dan mesin pertanian), " jelas Zola.

Dikatakan oelh Zola, Provinsi Jambi mendapat bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian untuk 50.000 Ha, sekaligus menyatakan, jika ada kelompk tani atau petani yang mau menanam jagung, agar mengajukan kepeda Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi. "Pemerintah siap memberikan bibit jagung," ujar Zola.

Zola menegaskan, Pemerintah Provinsi Jambi mendukung penuh kebijakan Pemerintah Pusat dalam upaya khusus (upsus) 3 komoditi yakni, padi, jagung, kedelai. Zola mengatakan, Bulog akan membeli hasil ketiga komoditi tersebut. Untuk harga jagung, lanjut Zola, Bulog telah menetapkan harga jagung Rp3.150 per Kg.

Zola mengatakan, alsintan yang diminta oleh kelompok tani harus spesifik, diajukan dalam proposal kepada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi. "Saya berharap dapat berita yang baik berupa hasil penen yang melimpah di daerah ini," pungkas Zola.

Pada kesempatan tersebut, gubernur menyerahkan bantuan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) Maju Jaya berupa 4 unit transplanter (mesin tanam padi) dan bantuan dari Danrem atau yang mewakili berupa 3 unit hand tractor (traktor tangan).

Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, H.Amir Syakib menyatakan, tantangan dalam peningkatan produksi tanaman pengan dan hortikultura, yaitu berkurangnya lahan subur dan semakin sempitnya lahan pertanian akibat terjadinya alih fungsi lahan dari subsektor pertanian pangan ke non tanaman pangan, yang diakibatkan oleh belum optimalnya produktivitas hasil per satuan hektar, masih rendahnya penguasaan iptek di tingkat petani dalam berbagai agro ekosistem, belum mantapnya kelembagaan petani maupun sarana dan prasarana. Semakin tingginya permasalahan lingkungan seperti serangan hama dan penyakit tanaman, kondisi cuaca yang selalu berubah-ubah.

Amir Syakib mengemukakan, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencanangkan program peningkatan produksi padi dengan pemanfaatan luas lahan pasang surut, yang selama ini satu kali panen setahun menjadi dua kali panen setahun, yanh selain untuk meningkatkan produktivitas padi, juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Amir menjelaskan, Kecamatan Batang Asam mempunyai potensi sawah seluas sekitar 1.000 Ha, merupakan penyumbang terbesar produksi padi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.  "Dengan potensi sawah irigasi yang paling baik di Proclvinsi Jambi, petani di Desa Sri Agung dan Desa Rawa Medang mempunyai rata-rata produktivitas 5,5 sampai 6 ton per Ha. Dengan perkembangan teknologi pertanian saat ini, produktivitas ini dapat ditingkatkan, " ujar Amir.

Amir mengatakan, luas lahan yang ditargetkan untuk sasaran tanam Oktober 2016 sampai Maret 2017 (Okma), yang nerupakan kalender tanam Kementerian Pertanian Indonesia untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat 10.107 Ha, realisasi sampai Oktober 2016 258 Ha.

Dan, lanjut Amir, untuk memenuhi target tersebut, para petani melalui kelompok tani telah dibantu benih unggul Label Biru melalui kegiatan APBN seluas 6.000 Ha dengan benih 150 ton. "Kebutuhan benih yang tinggi tersebut, merupakan peluang bagi petani penangkar di Tanjung Jabung Barat. Pada tahun 2016, luas penangkaran padi sekitar 200 Ha yang diperkirakan menghasilkan 400 ton benih," tambah Amir.

Amir mengungkapkan, untuk menunjang keberhasilan peningkatan produksi padi, kelompok tani mendapat bantuan dari APBD dan APBN tahun 2016 berupa 74 unit hand tractor, 22 unit pompa air, 8 unit rice planter, 3 unit gedung benih, serta 3 unit rice miling umit (RMU).

Kepala Desa Rawa Medang, Ii Safra'i menyatakan, mayoritas penduduk Desa Rawa Medang bermata pencaharian bertani sawah.

Ii Safra'i menjelaskan, luas Desa Rawa Medang 1.066 Ha, terdiri dari 484 Ha lahan pertanian sawah, 51 Ha lahan perkebunan, dan 531 Ha untuk perumahan dan pekarangan, dengan jumlah kepala keluarga 633 dan jumlah penduduk 2.269 jiwa.(rel)