Jumat, 04 November 2016 - 09:08:48 WIB
Pungli Parkir Kota Jambi Masih Marak
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 440 kali

Mediajambi.com - Pungutan liar melalui parkir di Kota Jambi masih marak. Hal tersebut terjadi dikawasan Pasar Kota Jambi, padahal dikawasan tersebut sudah terpasang portal retribusi untuk pengunjung pasar. Namun nyatanya, hingga sampai didalam kawasan pasar, para pengunjung masih dipungut biaya parkir.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Kantor Parkir Kota Jambi, Ramlansyah. Ia mengatakan bahwa yang melakukan pungutan parkir khususnya dikawasan istana anak-anak bukanlah petugas resmi dari parkir. “disitu ada orang gila, jadi susah di usir. Anak saya malah pernah diminta Rp 5000 saat parkir disana,” katanya kemarin (3/11).

Diungkapkannya, saat ini pihaknya sudah membuat himbauan dengan menempelkan pengumuman didepan gedung eks Istana anak-anak dengan tulisan parkir dikawasan tersebut gratis. “sudah kita buat himbauan, pengumuman, bahwa parkir disana gratis. Masyarakat jangan mau lagi dimintai biaya parkir,” sebutnya.

Kata dia, saat  ini pungutan parkir didalam kawasan eks Istana anak-anak tersebut masih ada, ia mengaku pihaknya juga kwalahan karena hampir setiap hari mengusir pelaku tersebut. “setiap hari kita usir, maklum lah orang gila. Bahkan ada juga yang pakek seragam parkir,” akunya.

Ramlan menjelaskan, kesulitan untuk mengusir orang yang melakukan pungutan parkir tersebut karena pada zaman dahulu disana dilegalkan untuk mengambil biaya parkir. “dari dulu dilegalkan disitu, jadi sekarang susah. Sekarang masih kucing-kucingan,” ujarnya.

Sementara, Paul Andre anggota Komisi I DPRD Kota Jambi mengatakan bahwa pungutan tersebut jelas illegal dan dipastikan itu pungli, kata Paul, seharusnya Pemkot mengambil tindakan tegas untuk menertibkan itu. “harus betindak tegas, demi kenayaman dan keamannan masyarakat. Apapun yang terjadi, Pemkot harus bertanggung jawab, karena itu lahan Pemkot,” katanya.

Disebut Paul, jika pemkot merasa kwalahan atau tidak mampu, seharusnya bisa bekerja sama dengan penegak hukum untuk menindak hal tersebut. “kalau kucinng-kucingan itu bukan alasan, karena tempat dan semuanya jelas. Jika itu memang kesalahan, pihak Pemkot bisa lapor Polisi,” sebutnya.

Kata Paul, jika diperhatikan adanya pungutan-pungutan dari sumber PAD di Kota Jambi ini karena ada keterlibatan oknum-oknum tertentu. “namanya pusat keramaian, banyak kepentingan disitu,” pungkasnya.(yen)