Kamis, 10 November 2016 - 11:14:22 WIB
Sebanyak 15 Ribu Warga Kerinci Hilang di Luar Negeri
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Daerah - Dibaca: 3145 kali

Media jambi.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Jambi mencatat ada sebanyak 15 ribu warga asal Kerinci yang menghilang di luar negeri. Pasalnya mereka masih terdaftar di Imigrasi tapi tidak diketahui keberadaan dan status kewarganegaraannya.

 Kanwil Kemenkumham  Jambi Dwi Prasetyo  Santoso mengatakan sampai sekarang 15 ribu orang warga Kerinci tersebut belum diketahui keberadaannya dan berkemungkinan telah banyak menjadi warga negara Asing. “Mereka sampai saat ini masih terdaftar di Imigrasi bahkan ada diantaranya yang telah menjadi warga Negara asing. Karena menikah atau berbagai alasan,” ujarnya usai meresmikan kantor Imigrasi kelas III Kerinci, Rabu sore 9 November 2016 bertempat di Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci.

 Dia meminta setelah diresmikan kantor Imigrasi Kerinci ini dapat mendata warga yang berada diluar negeri. Tujuannya jangan sampai mereka memiliki dua kewarganegaraan.  Umumnya, kata Dwi warga asal Kerinci ini menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Singapura, Hongkong dan Arab Saudi. “Ini tugas berat kepala Kantor Imigrasi Kerinci untuk mendata ulang mereka. Apakah mereka masih menjadi warga Negara Indonesia atau tidak,” ucapnya.

 Menurutnya, paspor dan visa yang dimiliki telah hilang, karena mereka telah tinggal puluhan tahun dan tak pernah kembali ke Indonesia. “Kami yakin dengan adanya kantor Imigrasi di Kerinci ini selain bisa mendata kembali warga Kerinci yang berada di luar negeri juga memantau keberadaan orang asing di Kerinci,” ungkap Dwi.

 Bupati Kerinci Adi Rozal mengatakan dibentuknya Kantor Imigrasi Kerinci ini karena adanya kasus Iwel dan Riko yang hampir di hukum gantung di Malaysia, karena melanggar keimigrasian. Umumnya mereka datang ke Malaysia  tidak menggunakan paspor resmi. “Dengan adanya kantor Imigrasi Kerinci tentunya warga akan lebih mudah membuat paspor dan tidak harus ke Jambi atau ke Padang,” ujar Adi Rozal.

 Karena berdasarkan data Imigrasi hampir separo dari yang mengurus paspor adalah berasal dari Kabupaten Kerinci. “Diharapkan pembuatan paspor lebih mudah dan layanan prima, serta tidak mempersulit segala urusan. Asalkan persayatan lengkap,” tegasnya.

 Kantor Imigrasi Kerinci ini membawahi empat kabupaten/kota yaitu Kerinci, Sungaipenuh, Bungo dan Merangin. “Diharapkan dengan adanya kantor ini, tidak ada lagi warga Kerinci yang menjadi TKI Ilegal,” tambah mantan Wakil Walikota Padang Panjang ini.(mas)