Minggu, 12 April 2015 - 22:45:50 WIB
Produksi Gula Tebu Kerinci Melimpah
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Pertanian - Dibaca: 2463 kali

Mediajambi.com-Penghasilan petani tebu di Desa Sungai Asam, Kecamatan Kayu Aro Barat membaik, karena produksi gula yang mereka hasilkan berlimpah. Dari luas lahan sekitar 1.600 hektar saat ini menghasilkan gula tebu sebanyak 80 ton/minggu. Menyusul adanya bantuan 12 unit mesin penggiling yang beroperasi sejak tahun 2013 lalu. Dahulunya petani hanya menggunakan tenaga sapi untuk memutar mesin.

Kepala Desa Sungai Asam Adrizal mengatakan hampir 95 persen dari penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai petani tebu. “Dulu sebelum ada mesin penggilingan penghasilan hanya 15 ton/minggu dan sejak ada mesin gilingan produksi mencapai 80 ton/minggu,” ujarnya kepada Mediajambi.com di sela-sela acara pengukuhan Paguyupan Sadulur Kito periode 2015-2018, Minggu 12 April 2015.

Menurutnya produksi gula yang dihasilkan kelompok tani ini dipasarkan  hingga ke Lampung, Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Dia mengusulkan penambahan mesin giling menjadi 36 unit, sehingga seluruh kelompok tani yang ada diwilayah itu memiliki mesin penggilingan masing-masing.  “Gula tebu asal daerah ini merupakan bahan baku kecap, jadi tidak akan terjadi over kapasitas dan gula tebu tetap laku terjual. Hanya tinggal kualitas saja yang menjadi masalah,” jelasnya.

Dikatakannya,  untuk menggilingan tebu menggunakan sapi, sehingga produksi gula yang dihasilkan terbatas. Tapi kini sejak menggunakan mesin penghasilan meningkat tajam dan kesejahteraan petani tebu juga meningkat tajam.  “Kami yakin dengan meningkatnya produksi maka kesejateraan peni juga meningkat,  karena bertani tebu penanamannya hanya satu kali dan penebangan dilakukan dengan dipilih, bukan sekaligus,” ucapnya.

Selanjunta dia berharap kepada pemerintah membuka jalan akses guna melancarkan pengangkutan komoditi tebu. Selain itu juga berfungsi sebagai jalan evakuasi mengingat kawasan merupakan rawan bencana. “Ada sepanjang  tiga kilo meter yang belum dibangun,” ungkap dia.

Bupati Kerinci Adi Rozal mengaku kawasan ini merupakan sentra penghasil gula tebu di Kabupaten Kerinci, namun hingga saat ini gula yang dihasilakn di jual keluar daerah. Gula tebu ini merupakan bahan baku pembuatan kecap. “Saya berharap ke depan ada industri hilir yang mengolah gula tebu menjadi kecap. Namun bahan baku kacang kedelai masih kurang,” akunya.

Dia yakin ke depan bila sudah ada pabrik kecap maka gula tebu tidak lagi dijual dalam bahan mentang tapi sudah menjadi bahan jadi menjadi kecap. Tentunya akan menambah pendapatan  petani  yang rata-rata hidup dari berkebun tebu.

Dalam beberap bulan terakhir ini diakuinya nilai tukar petani melemah karena menurunnya daya beli. Akibat sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, dan terpaksa membeli pupuk non subsisi yang harganya mahal. “Saya sudah minta ada agen pupuk bersubsidi di Kayu Aro ini,” ujarnya.

Menanggapi hal ini Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus meminta kepada petani tidak hanya terpaku pada satu komoditi saja. Dengan demikian bila salah satu komoditi anjlok akan ditopang dengan komoditi lain. “Jadi usahakan multi komoditi, jangan hanya semacam saja, dan harga bisa dipertahankan dan tidak anjlok,” ujarnya.

HBA berharap kepada petani dapat mengelola lahan dengan baik dan pemerintah akan memberi berbagai bantuan untuk meningkatkan produksi. “Kawasan ini memiliki potensi yang menjanjikan, namun kualitas juga jangan sampai dilupakan. Tujuannya agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan dapat dikenal. Jangan sampai gula tebu yang dihasilkan petani kualitasnya buruk dan tidak dapat bersaing dengan gula tebu yang dihasilkan daerah lain,” ujarnya.

Kedepan pemerintah akan memenuhi permintaan petani dengan memberi bantuan 24 unit mesin penggilingan tebu. Sehingga semua kelompok tani memiliki mesin sendiri, dan yakin usaha yang dilakukan petani  produksinya meningkat dan harus diringi dengan kualitas yang baik.(mas)