Jumat, 07 April 2017 - 13:10:21 WIB
Peserta Penas Jambi Harus Kompeten
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Pertanian - Dibaca: 168 kali

Petani yang mewakili Jambi pada ajang Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XV tahun 2017 di Provinsi Aceh harus kompeten. Sehingga mampu bersaing dengan peserta lain yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

Fungsionalis Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi Ir Yurselly mengatakan kesiapan kontingen Jambi menghadapi Penas yang berlangsung tanggal 6-11 Mei mendatang tengah dimatangkan. “Pesertanya terdiri peserta utama yakni petani, pendamping dan peninjau. Mereka berasal dari kabupaten/kota,” ujar mantan Koordinator Penyuluh Pertanian ini yang dipercaya menjadi seksi lomba.

Menurutnya kegiatan ini adalah wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama antara petani, nelayan, petani hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah. “Diharapkan, kegiatan PENAS XV 2017 ini, gairah sektor pertanian mampu membangkitkan semangat menuju kemandirian, ketahanan serta kedaulatan pangan. Sehingga apa yang dicita-citakan Pak Gubernur Jambi H Zumi Zola Jambi menuju swasembada pangan dapat terwujud,” ujarnya.

Jadi kata dia Penas bukan hanya sekedar acara seremoni, bagaimana meningkatkan sumber daya petani. Penas merupakan metode penyuluhan akbar yang digagas para tokoh petani dan nelayan yang telah berlangsung sejak 1971. “Sebagai forum pertemuan petani nelayan dan petani hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi, dan berbagi pengalaman,” ujarnya.

Dijelaskannya ada 7 bidang kegiatan utama dan 34 kegiatan lapangan yang dilakukan selama Penas. Daerah hanya mengirim satu utusan dipastikan tidak akan bisa mengikuti semua acaranya. 

Ketujuh bidang kegiatan utamanya antara lain lomba dan penghargaan, kepemimpinan dan kemandirian Kontak Tani Nelayan, Kemitraan Usaha dan Jaringan Informasi Agribisnis, Pengembangan Teknologi dan Kualitas Produksi Agribisnis, Pengembangan Wirausaha Petani Nelayan dan Kesadaran Lingkungan, Sinkronisasi Program Pembangunan Pertanian.

Dikatakannya ajang temu akbar tiga tahunan bagi penyuluh dan petani seluruh Indonesia ini, memberi dampak fositif bagi pertanian di Provinsi Jambi ke depan.

Kata dia dalam beberapa kesempatan Gubernur Jambi H Zumi Zola  mengatakan sektor pertanian merupakan sektor utama dalam menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan. Jadi petani dapat memanfaatkan momen ini sebaik-baik.

"Saya percaya setiap daerah ingin maju dan tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi tapi inflasi juga tinggi. Inflasi tinggi, disebabkan karena ketergantungan dari daerah lain. Akan lebih murah bila disuplai dari daerah sendiri dan tidak membebani konsumen,” ungkapnya.(mas)