Selasa, 09 Mei 2017 - 10:41:49 WIB
Ekonomi Jambi Triwulan I Tumbuh 4,27 Persen
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 126 kali

Mediajambi.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I-2017 terhadap triwulan I-2016 tumbuh sebesar 4,27 persen atau mengalami percepatan dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar 3,53 persen.

"Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,84 persen dan dari sisi pengeluaran oleh ekspor barang dan jasa yang tumbuh 9,77 persen," kata Kepala BPS Jambi, Dadang Hardiwan, Senin (8/5).

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,84 persen diikuti informasi dan komunikasi sebesar 9,07 persen, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial masing-masing tumbuh 8,67 persen dan 7,39 persen.

Dadang mengatakan, struktur PDRB Provinsi Jambi menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2017 tidak menunjukkan pergeseran secara signifikan dimana pertanian, kehutanan dan perikanan, pertambangan dan penggalian serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor mendominasi PDRB Provinsi Jambi dengan share masing-masing 30,56 persen, 17,80 persen serta 11,67 persen.

Namun bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi triwulan I-2017, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan jadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,29 persen diikuti industri pengolahan sebesar 0,39 persen.

Kemudian perdagangan besar dan ecera, reparasi mobil dan sepeda motor serta informasi dan komunikasi masing-masing sebesar 0,34 persen dan 0,31 persen.

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi triwulan I-2017 terhadap triwulan IV-2016 turun sebesar 1,44 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertumbuhan lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 5,31 persen diikuti real estate yang tumbuh sebesar 0,83 persen serta pertumbuhan pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 0,24 persen.

"Sebaliknya, beberapa lapangan usaha justru mengalami kontraksi, antara lain Konstruksi menurun sebesar 12,66 persen dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah mengalami kontraksi 8,20 persen," kata Dadang,

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017 terhadap triwulan I-2016 tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 9,77 persen diikuti komponen impor 6,37 persen dan kemudian diikuti oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) capai 4,33 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,88 persen.

Sebaliknya, komponen perubahan inventori dan pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami penurunan masing-masing sebesar 154,54 persen dan 2,27 persen.

Struktur PDRB Provinsi Jambi menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan I-2017 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh komponen ekspor yang mencakup lebih dari separuh PDRB Provinsi Jambi sebesar 68,26 persen.

Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berturut-turut adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga (44,49 persen), pembentukan modal tetap bruto (20,16 persen) serta pengeluaran konsumsi pemerintah (5,02 persen).

Sedangkan untuk komponen impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang sebesar 37,53 persen. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi triwulan I-2017, maka komponen pengeluaran ekspor merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, namun terkoreksi Impor, sehingga ekspor neto tumbuh sebesar 14,56 persen.

Dadang mengatakan, sebaliknya komponen perubahan inventori justru memberi andil negatif sebesar 2,29 persen dan ekonomi Provinsi Jambi triwulan I-2017 terhadap triwulan IV-2016 tumbuh sebesar minus 1,44 persen. Hal itu disebabkan oleh pertumbuhan komponen yang negatif antara lain pengeluaran konsumsi pemerintah dan perubahan inventori (minus 58,07 persen dan minus 53,49 persen).

Sebaliknya, komponen-komponen yang tumbuh positif antara lain ekspor dan pengeluaran konsumsi umah tangga tumbuh sebesar 5,32 persen dan 0,15 persen.(mas)