Jumat, 02 Juni 2017 - 11:29:45 WIB
Inflasi Provinsi Jambi 0,29 Persen
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 146 kali

Mediajambi.com - Inflasi Provinsi Jambi bulan Mei 2017 sebesar 0,29 persen. Ini merupakan gabungan dari inflasi Kota Jambi sebesar 0,31 persen dan inflasi Muaro Bungo 0,16 persen.

Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan mengatakan dari 7 kelompok pengeluaran mengalami inflasi. Ke 7 kelompok pengeluaran tersebut yakni bahan makanan 0,33 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,41 persen. Perumahan, air, gas, listrik, dan bahan bakar 021 persen, sandang 0,35 persen, kesehatan 026 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen dan transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,31 persen.

Selanjutnya inflasi di Kota Jambi terjadi pada enam kelompok pengeluaran barang dan jasa sedangkan di Muaro Bungo terjadi pada empat pengeluaran. “Laju inflasi Kota Jambi bulan ini 0,05 persen dan laju inflasi tahun ketahun 4,24 persen. Sedangkan di Muaro Bungo 2,04 persen dan tahun ke tahun 5,63 persen,” ujar Dadang kepada sejumlah wartawan, Jumat 2 Juni 2017.

Menurutnya beberapa komoditi yang member andil penyumbang deflasi di Kota jambi yakni daging ayam ras, bawang putih, rokok kretek filter, batu bata, telur ayam ras, bensin, emas perhiasan, angkutan udara, jengkol dan kelapa.

Komoditi penyumbang inflasi di Bungo yakni angkutan udara, kentang, tariff listrik, daging ayam ras, jengkol, cabe merah, bayam, bumbu masak, sepeda motor dan televise warna. “Hingga minggu pertama puasa gejolak harga komoditi sudah nampak terlihat. Namun masih terkendali, diharapkan hingga menjelang lebaran harga-harga komoditi tidak mengalami kenaikan secara signifikan,” jelasnya.

Dia melihat pada bulan Mei 2015 terjadi inflasi sebesar 0,30 persen, selanjutnya 2016 lalu mengalami deflasi 1,45 persen dan saat ini 0,31 persen. Penyebabnya karena tingginya permintaan pada bulan puasa. “Untuk menekan harga, tentunya pemerintah Provinsi Jambi maupun kabupaten/kota akan melakukan pasar ramadhan. Sehingga masyarakat tidak berbondong-bondong ke pasar sehingga gejolak harga dapat diredam,” ucap Dadang.(mas)