Kamis, 15 Juni 2017 - 00:52:26 WIB
Puluhan Mahasiswa Batang Hari Turun ke Jalan
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Daerah - Dibaca: 107 kali

Mediajambi.com - Akibat dari sikap semena-menanya serta ugal-ugalan sopir truk batubara yang melintas di jalan provinsi Kabupaten Batang Hari, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Batang Hari (HIMBARI, turun ke jalan menggelar aksi demo, Rabu (14/06/2017). Mahasiswa ini meminta Mendagri untuk menghidupkan kembali Perda Batubara yang sudah dihapus, karna dinilai tidak adanya perda tersebut membuat supir batubara pongah, sok-sokan di jalan, dan menganggap jalan umum di Batang Hari adalah milik truk batubara.

Puluhan masiswa tersebut memulai aksi dari simpang BBC Jalan Gajah Mada, melakukan orasi di depan Kantor Bupati Batang Hari.

Dalam orasi demonya, mahasiswa menilai bahwa penghapusan Pergub Batubara ini sangat tidak Pro rakyat.

Akibatnya, masyarakat dirugikan. Dhapusnya perda ini, seakan-akan sangat menguntungkan pihak angkutan batubara. Terbukti, pantauan mereka sejak beberapa lama, membuktikan bahwa banyaknya lakalantas terjadi dan mrmakan korban disebabkan karena aksi ugal-galan tersebut. Ditambah dengan intensitas dan muatan semakin tinggi sehingga berdampak rusaknya infrastuktur jalan.

Himbari yang tergabung dari seluruh elemen mahasiswa, termasuk HMI, menilai jika mengacu kepada Pergub No 18 tahun 2013 bahwa angkutan batu bara harus membuat jalur khusus melalui jalur sungai, namun kenyataan nya hingga saat ini kesannya didiamkan saja. Mereka juga menilai pihak Dishub dan Polres terkesan tutup mata.

 Bupati Batang Hari yang diwakili Asisten II, M. Hatta, menerima 4 perwakilan mahasiswa serta melakukan dialog. Hatta mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk dilaksanakan pembahasan tentang tuntutan mahasiwa tersebut.

Salah seorang mahasiswa yang enggan menyebutkan namanya, meminta kepada Bupati Batang Hari, agar menyampaikan aspirasi mereka yang mewakili masyarakat tertindas akibat batubara ke pihak mendagri, untuk supaya meninjau kembali Perda tentang batubara tersebut.

" Sangat diharapkan respon Bupati tentang dihidupkannya kembali perda batubara tersebut, serta meneruskan aspirasi kami ke Mendagri" harapnya.

Di samping itu, sangat diharapkan sekali perhatian dari Dishub Batang Hari serta Polres Batang Hari, agar menyikapi permintaan masyarakat tentang banyaknya sopir batubara yang ugal-ugalan di jalan raya.(suta)