Jumat, 16 Juni 2017 - 05:02:16 WIB
UangTeman Hadir di Jambi
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 47 kali

Mediajambi.com - Pelopor layanan pinjaman online mikro di Indonesia, UangTeman, menunjukkan performa yang positif di bulan Ramadan tahun ini. Terhitung, sejak momen menyambut puasa di 2017, jumlah aplikasi pinjaman yang masuk ke UangTeman naik signifikan sekitar 80 persen dibandingkan momen yang sama pada tahun lalu.

Director Marketing and Communications UangTeman, Donna Arifin mengatakan pencapaian tersebut seakan menegaskan bahwa tingkat kebutuhan dan kepercayaan masyarakat terhadap UangTeman semakin bertambah. Hal ini, katanya, karena UangTeman memberikan kemudahan akses kepada masyarakat dan semua proses tanpa tatap muka dengan tanpa adanya jaminan.

“Pencapaian ini merupakan kabar gembira yang patut kami syukuri dan sekaligus berkah bagi UangTeman di bulan Ramadan. Tren pertumbuhan terus diukir oleh UangTeman setelah di kuartal pertama tahun ini, total penyaluran pinjaman kami juga naik 100 persen menjadi sekitar Rp 20 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Donna, Kamis (15/6).

Dia pun menyatakan, dari data Google Analytics, jumlah orang yang berkunjung langsung ke website www.uangteman.com selama dua bulan terakhir memasuki bulan puasa tahun ini mencapai lebih dari 200 ribu orang. Tingginya animo masyarakat, kata Donna, juga menunjukkan inovasi teknologi yang terus dikembangkan oleh UangTeman mampu memberikan solusi tepat bagi masyarakat di Indonesia yang membutuhkan pinjaman uang secara online, proses yang sangat cepat, akses yang sangat mudah, dan tanpa jaminan.

Head of Public & Government Relations UangTeman Rimba Laut, mengungkapkan bahwa saat ini, UangTeman menjadi layanan pinjaman berbasis teknologi (financial technology/fintech) pertama dan satu-satunya yang telah melayani masyarakat di luar Pulau Jawa. Menurutnya, lebih dari 6 ribu nasabah UangTeman telah tersebar di Jabodetabek, Surabaya, Magelang, Solo, Sidoarjo, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Bali, Makassar, Lampung, Palembang, Jambi, dan Balikpapan.

“Ekspansi ke luar Pulau Jawa turut menjadi faktor adanya lonjakan transaksi penyaluran pinjaman kepada nasabah di Ramadan tahun ini. Kalau melihat data tahun lalu, saat menjelang hari Raya Idul Fitri, total pinjaman yang disalurkan oleh UangTeman naik sekitar 40 persen dibandingkan bulan normal. Nah, tahun ini tentu kenaikannya lebih tinggi seiring dengan semakin cepatnya teknologi UangTeman dalam memproses setiap pengajuan aplikasi yang masuk,” jelas Rimba.

Menurut Rimba, lonjakan transaksi pinjaman di UangTeman saat momen Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri masih sebagian besar berasal dari wilayah Jabodetabek. Adapun jumlah kontribusinya, ungkap dia, mencapai sekitar 40 persen hingga 50 persen dan sisanya cukup merata di tiap-tiap kota yang sudah dilayani oleh UangTeman.

Sementara itu, Edo Firmansah, Head of Collection UangTeman, menjelaskan pihaknya sudah mengantisipasi agar tidak terjadi kredit macet (non performing loan/NPL) setelah hari raya Idul Fitri tahun ini. Edo mengungkapkan, rasio NPL di UangTeman dapat tetap terjaga stabil di bawah tiga persen. “Risiko-risiko terkait NPL sudah kami ketahui dan antisipasi. Selama ini, tingkat acceptance rate di UangTeman sekitar 25 - 30 persen, artinya jika dalam satu hari ada 1.000 aplikasi yang masuk misalnya maka hanya 250 - 300 aplikasi saja yang disetujui. Teknologi algoritma yang dimiliki UangTeman akan mengidentifikasi apakah si calon nasabah bisa atau tidak diberikan pinjaman,” ungkapnya.

Di sisi lain, dia menyatakan, UangTeman juga memiliki tim penagihan (collection) yang tetap melakukan fungsinya secara berkeadilan terhadap nasabah yang melakukan keterlambatan pembayaran. Oleh karena itu, dia mengaku, tidak khawatir adanya kenaikan NPL meskipun jumlah pinjaman yang disalurkan oleh UangTeman terus meningkat.

“Apalagi, hingga akhir tahun ini, kami menargetkan total penyaluran pinjaman sebesar Rp 100 miliar. Dan khusus bagian penagihan di UangTeman, semuanya merupakan karyawan internal sehingga kami memiliki cara tersendiri dalam menagih tanpa membuat nasabah yang menunggak resah, semua tetap memperhatikan perlindungan pada konsumen,” tambanhnya.(mas)