Rabu, 26 Juli 2017 - 11:56:57 WIB
Mari Tangkal Tikus di Umo Kito
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Pertanian - Dibaca: 99 kali

Mediajambi.com - Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota memiliki luas daerah pertanian sawah sekitar 60 hektar. Saat ini, masyarakat petani di Desa Sungai Duren telah menyelesaikan masa tanamnya.  Selain kendala cuaca, seperti masa banjir yang dilalui mereka sejak awal Oktober hingga Maret 2017. Hama pengganggu tanaman juga menjadi musuh para petani, mulai dari walang sangit, wereng, keong mas, burung dan paling utama adalah tikus.

Tikus merupakan hewan yang menjadi  hama pengganggu pertanian tanaman utama dan sulit dikendalikan karena ia mampu "belajar" dari tindakan-tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Hewan ini diketahui cerdas dan sering digunakan dalam penelitian perilaku hewan. Pengendalian biasanya dengan pemberian umpan beracun atau pengasapan yang dikombinasi dengan turun sawah. Cara yang dianggap alami adalah dengan memanfaatkan musuh alami salah satunya ialah burung hantu.  Kondisi saat ini, dari 60 hektar lokasi sawah di Desa Sungai Duren, lebih dari 70 persen mengalami kerugian akibat gangguan hama tikus. Serangan tikus mengakibatkan gagal panen (puso). Sawah ditinggalkan petani, ketahanan pangan terancam. Sehingga menyebabkan ketergantungan beras dari luar daerah.

Menyikapi hal ini, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Lingkungan (YLBHL) Jambi bersama dengan Yayasan Gita Pertiwi, PT. Duta Pudak Lestari, dan Kelompok Tani Mitra Terpadu saat ini dipercaya oleh MCAI-KEHATI untuk mengelola dana Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) di tiga  desa pada Kabupaten Muaro Jambi dengan judul proyek “Optimalisasi Penggunaan Lahan Desa Sungai Duren, Desa Muaro Pijoan dan Kelurahan Pijoan, Muaro Jambi, untuk Menunjang Kedaulatan Pangan dan Energi”.Akan menggelar acara “Tangkal Tikus di Umo Kito”. Di mana acara ini akan berlangsung pada Sabtu , 29 Juli 2017 mendatang berlokasi di area persawahan Desa Sungai Duren.

Acara ini bertujuan mengajak para pihak untuk menghidupkan kembali dan sekaligus melestarikan Budaya Turun Ke Umo/ Sawah guna mendukung pengendalian hama tikus. Serta melakukan aksi untuk pengendalian tikus seperti pembersihan/sanitasi lingkungan, (turun ke sawah/ Umo untuk mengendalikan hama tikus dan  launching rumah burung hantu (Rubuha).