Selasa, 05 September 2017 - 20:27:34 WIB
Kondisi Jembatan Lamo Muara Bulian Memprihatinkan
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Daerah - Dibaca: 217 kali

Media Jambi.com - Jembatan Lamo Muara Bulian, yang dibangun oleh Belanda sebelum 1945 nan silam, sekarang kondisinya sangat parah dan memprihatinkan. Jembatan yang berada antara Rt. 37 Kelurahan Muara Bulian serta 01 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara Bulian ini,  pernah menjadi jembatan lintas Muaro Bungo-Jambi sebelum zaman kemerdekaan dan  dilewati kendaraan barang serta bus.
 
Namun sekarang, kondisi jembatan sudah lapuk. Papan-papan dari kayu bulian sebagai alas jalan,  banyak yang hancur dan tiang penyangga jembatan banyak yang lapuk.
 
Dayan (55) warga Rt. 01  ketika dikonfirmasi Selasa (05/09/2017), menerangkan bahwa jembatan tersebut merupakan jembatan pertama yang ada di Muara Bulian. "Ini jembatan pertama di sini. Dulu tiang jembatannya dari rangka besi. Kemudian karena lapuk dan karatan, diganti dengan tiang dari kayu bulian. Namun sekarang, lihatlah, mobil tak bIsa lewat. Motor aja lewat di jembatan ini, masih banyak yang takut amblas karena papan banyak yang lapuk." kata Dayan.
 
Warga Rt 37, yang berada di seberang jembatan, mengungkapkan sudah bosan dengan keadaan seperti ini. Sudah beratus kali meminta kepada pemerintah untuk dapat memperbaiki jembatan ini namun merasa tak dihiraukan. " Kami orang kota merasa terisolir. Untuk melaksanakan sholat di mesjid yang berada di Rt 01  di seberang jembatan, terpaksa harus hati-hati melewati jembatan lapuk ini. kalau sholat maghrib dan isya, kami harus berputar pakai motor melewati jalan Gajah Mada menuju mesjid di Rt 01 tersebut. Sungguh ironis" tegas Apriansyah.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Kampung Baru, Fadlan, sangat mengharapkan Pemkab Batanghari dapat memperhatikan  nasib masyarakat dua kelurahan ini, dengan melakukan perbaikan jembatan lamo ini.
" Saya mengharapkan pemkab pro aktif terhadap kepentingan masyarakat. Kami ini masih berada di dalam Kota Muara Bulian, seharusnya tolong perhatikan kami." ujar Fadlan.
Dirinya sangat menyayangkan pemerintah yang seakan tutup mata akan jembatan ini yang notabenenya berada dekat dengan pusat pemerintahan, dan terkesan terjadi pembiaran.
 " Ibarat pepatah, semut di seberang lautan tampak, sementara gajah di depan mata, tak tampak. Jembatan di kecamatan lain dibangun, nah jembatan ini, dekat dengan pusat pemerintahan, tidak dibangun juga." kata Fadlan gusar.
 Menyikapi perihal jembatan tersebut, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Batanghari,  A. Shomad, mengatakan sudah mengusulkan kepada Dinas PUPR Provinsi Jambi untuk dapat membangun jembatan lamo tersebut."  Kami sudah mengusulkan kepada Dinas PUPR Provinsi Jambi agar dapat membangun kembali jembatan lamo yang rusak tersebut, karena APBD kita terbatas," jawab Shomad.
 Dirinya menginginkan usulan pembangunan jembatan lamo tersebut mendapat jawaban positif dari pemprov.
 "Usulan kami nantinya dapat dibangun jembatan gantung," harapnya. (suta)