Sabtu, 09 September 2017 - 10:35:04 WIB
PoD Getarkan Jendela Rumah Warga
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 43 kali

Mediajambi.com- Masyarat yang berada dilingkungan Port of Destination (PoD) resto & lounge yang berada di JL. Kolonel Polisi Mohammad Taher, Pakuan Baru, Jambi Selatan, Kota Jambi, mendesak Pemerintah segera menutup PoD.

Keberadaan PoD sudah meresahkan masyarakat sekitar, karena PoD masih beroperasi dan aktif menjual minol. Warga juga dirisaukan dengan hingar bingar music dari PoD hingga dinihari.

Ir Ardonal, ketua RT 13, Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi mengatakan,berdirinya PoD tersebut tidak ada persetujuan dari masyarakat lingkungan.

“Kami tau mereka bangun restoran, dan oktober tahun lalu ada doa selamatan mengundang warga sekitar. Saat hadir warga diminta isi absen. Ternyata dari absen itulah diubah menjadi surat pernyataan warga setuju. Absen itu warga hadir doa selamatan, bukan menyetujui keberadaan PoD,” kata Ardonal, kemarin (4/9).

Ardonal menyebutkan, warga sangat menolak keberadaaan PoD. Bahkan ada empat RT disekitar PoD sudah membuat surat pernyataan menolak kebaradaan PoD, yakni RT 12, RT 13, RT 14, RT 15.

“Kami sudah sering ngasih peringatan. Suara musiknya keras nian. Kaca jendela tetanggo sebelah tu sampai begetar. Sering sampai pukul 04.00 wib dinihari,” imbunya.

Ia memintah Pemerintah dan aparat pengak hukum segera mengambil tindakan tegas, jangan sampai nanti warga betindak sendiri. “Kami sering mendatangi, katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang  tidak ada perubahan.Kami minta ditutup. Kita minta ketegasan pemerintah dan aparat penegak hukum. Jangan sampai masyarakat yang bertindak sendiri,” tuturnya.

Ketua FPI Kota Jambi Ahmad Syukri, mengatakan, pihaknya selalu memantau kegitan PoD. Hingga malam Idul Adha, PoD masih didapatkan menjual minuman beralkohol. “Mereka masih jual Minol. Disano jgo banyak cewek-cewek pakaian sexy keluar masuk,” katanya.

Seharusnya sebut Syukri, dalam hal ini Pemerintah Kota Jambi harus bertindak tegas. “Malam idul adha mereka juga masih praktek. Ada pesta miras. Malam minggunya malahan ada event di PoD dengan tema Koffie and Wine. Jelas Wine itu anggur yang mengandung alcohol. Bertindak lah segera. Jangan sampai ada tindakan dari maayarakat,” pungkasnya. (yen)