Sabtu, 09 September 2017 - 11:02:19 WIB
Fasha : Kita Back Up Semua Pelaku Usaha
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 47 kali

Mediajambi.com - Walikota Jambi angkat bicara terkait desakan masyarakat yang meminta Pemerintah menutup dan memberi tindakan tegas kepada Port of Destination (PoD) Resto & Lounge. Pasalnya PoD dinilai meresahkan masyarakat sekitar, karena musiknya yang sangat keras dan dituding menjual Minol tanpa izin.

Walikota Jambi Sy Fasha mengatakan, menutup suatu usaha bukan menyelesaikan masalah, karena PoD memiliki izin. Kalaulah menutup segampang itu usaha yang punya izin, maka tidak ada kepastian hukum di Kota Jambi. “Tugas Pemerintah adalah menjamin dan memberi kepastian kepada para pelaku usaha,” kata Fasha, saat di konfirmasi usai mengahadiri halal bihalal di Kecamatan Paal Merah kemarin (7/9).

PoD sudah diberikan beberapa kali teguran, karena mereka tidak memiliki izin minol, dan beroperasi diatas batas waktu jam operasi. “Sekarang mereka tidak menjual minol dan beroperasi diatas pukul 00.00 wib lagi,” imbuhnya.

Mengenai musiknya yang meresahkan masyarakat sekitar kata Fasha, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu. “Kami akan kirim tim kesana, apakah benar seperti itu atau hanya pengkuan satu dua orang saja yang mengatasnamakan masyarakat. Kalau benar, kami akan tegur PoD,” tuturnya.

Kata Fasha, jika dikatakan Pemerintah Kota Jambi memback Up PoD, kami membackup semua pelaku usaha yang ada di Kota Jambi ini. “Kalau dia taat pajak, kami harus lindungi dia. Kalau tidak taat pajak, kami akan ingatkan mereka. Kita ini Negara hukum, ada administrasi yang harus dipenuhi. Tidak ngucuk-ngucuk Wali Kota bisa menutup,” jelasnya.

Kecuali pada usaha tersebut terbukti ada hal-hal yang prinsip seperti pusat prostitusi, menjual narkoba. “Kalau itu, maka saya punya kewenangan untuk menyegel dan menutup langsung. Kalau sekedar masalah perizinan, ada tahapan yang harus dilalui. Kalau saya langgar, Wali Kota bisa di PTUN, jika kalah, wibawa Walikotanya hilang. Kita harus hati-hati,” ujarnya.

Sementara Owner PoD Albert ketika di konfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mungkin membuka usaha tanpa izin dan persetujuan masyarakat sekitar, sebelum mendirikan PoD, terlebih dahulu pihaknya meminta izin dan persetujuan dari masyarakat.

“Surat persetujuan dari masyarakat kita punya. Kalau tidak setuju, harusnya dari awal. Sekarang kita sudah setahun beroperasi,” katanya.

Saat ini sebut dia, pihaknya menyetop penjualan Minol. “Minol kita stop dulu. Kalau jam operasi, pukul 00.00 wib kita sudah close bill,” imbuhnya.

Sebenarnya sebut Albert, dirinya tidak mau berkomentar banyak, karena khwatir ada pihak yang tersinggung. “Kenapa hanya PoD yang ngebet banget di tutup. Kenapa DPRD yang ngebet. Ada apa ?,” sebut Albert.

Ia mengaku, secara propesional ingin berusaha dengan mengikukuti aturan yang ada. “Kami tetap mengikuti aturan, tetap bayar pajak,” pungkasnya. (yen)