Senin, 11 September 2017 - 21:16:33 WIB
Muscab DPC Hiswana Migas Jambi "Tertutup"
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 96 kali

Media Jambi.com- Musyawarah Cabang (Muscab) VII Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Jambi untuk memilih pengurus periode 2017-2021 Senin (11/09) berlangsung "tertutup". Tidak ada perwakilan dari pemerintah daerah dan Pertamina bahkan nyaris tidak diketahui wartawan. 
“Bukan tertutup namun karena sudah terlambat harus mengejar waktu dari DPD Sumbagsel ini harus segera dan selesai cepat itu juga arahan dari DPP pusat, seharusnya tahun 2016," ungkap Nukman Syarkawi, Ketua Steering Comittee di sela-sela Muscab.
Menurutnya figur yang terpilih sekarang sesuai waktu kepengurusannya selesai di tahun 2021 terhitung dari tahun 2016.  “Baru kali ini terkesan tertutup, untuk tahun-tahun sebelumnya kami menghadirkan dari Pemda, Pertamina termasuk mengundang Media Massa saat Muscab," ujar Nukman. Dia menegaskan,  tidak menyalahi aturan jika  tidak mengundang stakeholder holder seperti Pertamina, Disperindag dan biro ekonomi.
"Muscab ini boleh tertutup dan tidak menyalahi aturan," tegasnya. 
Pelaksanaan Muscab bukan hanya di Jambi yg terlambat, tetapi juga di Bengkulu dan Linggau-Sumatera Selatan. 
Muscab berlangsung di Gedung DPC Hiswana Migas, Jalan Fatmawati Jambi Timur dihadiri sekitar 80 orang anggota dari 126 Anggota dengan latar belakang pengusaha SPBU, SPBE,SPBB dan Agen Elpiji di Jambi.
 “Jumlah anggota sekitar 126 dan yang datang ada sekitar 80 lebih, itu sudah memenuhi syarat 50+1,” Ungkap Nukman, saat menjawab pertanyaan awak media.
 Pantauan media, pemilihan ketua tidak berlangsung dengan pemungutan suara atau voting suara.  Rahman terpilih secara aklamasi termasuk Sekretaris; Eko dan Bendahara, Idrus. Sementara pengisi tempat untuk bagian Bidang di kepengurusaan dibentuk Team  5 orang Formatur terdiri dari Abdul Fattah (mantan ketua), Abdul Mutholib, KZ Doddy (mantan ketua DPC), Indah Usman Ermulan dan Ketua Terpilih Rahman.
Sejumlah peserta sempat mempertanyakan karena tidak diberikan kesempatan dan adanya keinginan untuk penentuan ketua secara pemungutan suara, tetapi saat berjalan pemilihan Pimpinan Sidang terkesan memaksakan agar Rahman menjadi ketua. Sayangnya Rahman tidak ingin meladeni pertanyaan Awak Media. Cuma secara berseloroh dia katakan yg ketua tetap pak Fattah. "Hanya ganti casing saja," ujarnya berlalu.
“Ini muscab ada kesan dipaksakan, sepertinya sudah di setting sehingga ketua ditunjuk dan langsung aklamasi belum sempat kita bertanya, tidak diberi ruang untuk voting,” ungkap seorang peserta. Kecurigaan juga mencuat karena muscab hanya dilakukan  di kantor yang sempit. "Padahal uang iuran anggota sekarang cukup besar," ungkap peserta lainnya.
 Sidang dipimpin Abdul Fattah mantan Ketua DPC dua periode yg juga mantan Bupati Batanghari. Hadir mantan Bupati Bungo, Abdul Mutholib dan KZ Doddy yg juga mantan  ketua DPC Hiswana migas dua periode. (nh)