Rabu, 13 September 2017 - 09:06:15 WIB
Komisi III Temukan Kejangalan Pembangunan Drainase
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 33 kali

Mediajambi.com-Sidak Komisi III DPRD Kota Jambi, Selasa (12/9)  kemarin menemukan sejumlah kejanggalan dalam pekerjaan drainase jalan Sunan Giri Kecamatan Kota Baru dan drainase jalan Hayam Wuruk Kecamatan Jelutung  Kota Jambi. Kejanggalan yang ditemukan dewan adalah mengenai ukuran drainase serta lantai bawah drainase yang tidak ada. Namun pemborong mengatakan lantainya sdh di cor tapi begitu di tusuk dengan kayu kondisi coran lunak sehingga bisa tembus ke dasar tanah.

Begitu juga dalam  pekerjaan saat ini lebar drainase yang dikerjakan hanya 60 cm yang menurut dewan sangat kecil. "Seharusnya untuk jalan Hayam Wuruk minimal lebar drainase 80 cm, ini kenapa lebih kecil dari drainase sebelumnya" sebut Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi Junedi Singarimbun.

    Kondisi drainase diyakini tidak akan efektif karena pekerja tidak melepas kembali papan cor yang berada dalam drainase.

Seharusnya papan cor tersebut dilepas, karena bila tak dilepas akan menjadi tumpukan sampah yang bisa menimbulkan mengganggu jalan air. "Yang kita pertanyakan bagaimana mau lepas papan cor itu, kalau ukuran drainasenya kecil. Kami akan minta penjelasan Dinas PU" tukasnya.

    Bukan itu saja kejanggalan yang ditemukan,  saat  Sidak dewan sempat meminta pekerja dilapangan untuk tidak melakukan pengecoran disalah satu titik pekerjaan. Ini karena dalam drainase terdapat pipa yang juga bisa menggangu jalan air.

    "Kami tak menyetop pekerjaan, tapi minta yang ada pipa jangan dicor dulu, karena dipastikan kalau dicor drainase tersebut akan tersumbat apalagi ukuran pipa nya besar" ucapnya.

    Diharapkannya posisi pipa digeser sehingga tidak menjadi gangguan bagi aliran drainase.

    Komisi III juga menyoroti pengerjaan drainase yang masih secara manual. Seharusnya drainase tidak dicetak atau dicor ditempat melainkan cor cetakan. Dengan cor ditempat selain ukuran yang tidak sama juga bisa menggangu lalulintas.

    "Kalau cor cetakan tentu ukuran sama, tak bisa dicuri, kualitas juga oke. Ini saja kita lihat ukuran banyak tak sama" timpalnya.

    Junedi menyebutkan pihaknya akan mendengar penjelasan dari dinas PU, "besok (hari ini) kami akan hearing dengan PU, banyak kejanggalan yang kami temukan harus dijawab" ucapnya (yen)