Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:36:30 WIB
Aji Sahid Balita, Infeksi Ginjal Butuh Bantuan Dermawan
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Daerah - Dibaca: 220 kali

Mediajambi.com- Penyakit ginjal selama ini lebih identik sebagai masalah orang dewasa. Padahal kenyataannya anak-anak pun juga bisa mengalaminya. Hal ini seperti yang dialami oleh seorang balita berusia 4 tahun, yakni Aji Sahid, warga Tebing Tinggi RT 09 Kecamatan Pemayung yang merupakan anak ketiga dari Ahmad Qosari (33) dan Almh. Istrinya Siti Solimah (25) yang harus mendapatkan perawatan intensif sejak empat hari lalu di ruang Zaal Anak ruang Mustika Rumah Sakit Umum Hamba Bulian tepatnya Senin (16/10) lalu sekira pukul 12.00.

Pasalnya seminggu sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum, Seluruh badan Aji terlihat sembab atau membengkak baik dari wajah, tangan maupun anggota tubuhnya yang lain. Ahmad Qosari selaku ayah korban yang saat itu tengah menjaga Aji mengatakan, anaknya diketahui mengalami Infeksi Ginjal.

"Awalnya kami duga Bocor ginjal, cuma dak ada dibilang dokter gitu. Katanya Infeksi Ginjal," sebut Ahmad, Kamis (19/10/2017).

Tak hanya itu, berdasarkan pengakuan Ahmad Qosari anaknya tersebut juga pernah mengalami penyakit yang sama beberapa waktu lalu dan sempat membaik. Namun penyakit itu muncul kembali dan langsung merujuk anaknya kerumah sakit umum Hamba Bulian. Pada waktu itu (Senin-red) sempat tidak diterima pihak rumah sakit dikarenakan keluarga Ahmad tidak terdaftar di program BPJS.

 

“ Waktu itu sayo dak punya BPJS, tapi akhirnya bisa karena ada program Kartu Batanghari Sejahtera (KBS). Memang ini baru keluar, karena kemarin pihak desa yang mengurusnya,” terang Ahmad.

Ahmad mengakui bahwa anaknya Said Aji tidak ada mengeluh tentang penyakitnya. Cuma matanya gatal akibat bengkak" jelasnya.

Diungkapkan Ahmad, dirinya tidak mendaftarkan keluarganya pada program BPJS dikarenakan keadaan ekonomi keluarga yang terbilang pas-pasan.

“ Ya mau gimana bang, dak sempat. Lagian kami juga ini cuma kerja motong karet jadi hasilnya juga masih kurang. Saya mengharapkan bantuan dari dermawan" jelasnya.

Sementara itu terpisah, Dr. Khairunnisa, SpA (spesialis anak) melalui Kadis Kesehatan Dr. Elfi Yennie, MARS saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan hasil diagnosa sementara Balita tersebut emgnalami sindroma nefrotik yakni gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang dibuang melalui urine.

“Meski jarang terjadi, sindrom nefrotik dapat dialami oleh siapa saja. Sindrom nefrotik umumnya terdeteksi pertama kali pada anak-anak, terutama yang berusia antara 2 sampai 5 tahun,” terang Elfi.

“Akibat banyaknya protein yang keluar melalui air kencing atau proteinuria sehingga tubuh kekurangan protein dan menjadi smebab dan bengkak,” tambah elfi.

Meski begitu, disebutkan oleh Dr. Elfi Yennie, MARS pembengkakan di tubuh balita tersebut sudah berkurang, ditandai dengan sudah menurunya berat badan dan lingkar perut. “Sambil diobati sindroma nefrotiknya, terus diupayakan kemungkinan penyakit lain,” jelasnya.

“Ini juga diagnosa sementara sejenis kelainan ginjal akibat kelainan genetik. Kita tidak mendoktrin, kemungkinan ini juga keturunan. Sebelumnya dia pernah masuk rumah sakit dengan kasus yang sama, anmun sudah lama tidak kontrol sehingga kambuh lagi,” timpalnya.(Suta)