Selasa, 07 November 2017 - 13:57:31 WIB
Polres Tanjab Barat Kuasai Tanah Warga
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Hukrim - Dibaca: 276 kali

Mediajambi.com - Polres Tanjung Jabung Barat menguasai dua kapling tanah warga yang dijadikan Pos Polisi Sub Sektor Kota dan TK Bayangkara Kuala Tungkal. Padahal hasil putusan dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi maupun tingkat Kasasi di Makamah Agung dimenangkan Ahli Waris dan telah mempunyai kakuatan hukum tetap. Namun hingga kini lahan tersebut tak kunjung dieksekusi oleh aparat penegak hukum dengan alasan luas objek yang sengketakan tidak sesuai.

“Tanah seluas 525 meter persegi milik ahli waris Roha binti Abdul Madjid saat ini dikuasai Polres Tanjab Barat untuk Pos Polisi Sub Sektor Kota dan tanah seluas 330 meter persegi milik ahli waris Baah binti Abdul Madjid dijadikan TK Bayangkara. Jadi luas tanah seluruhnya 855 meter persegi,” ujar ahli waris M Ruslan Djatimulia didamping ahli waris lain H Haris Fadillah dan Izwan Musli pada Pers Komprensi bertempat di Kantor Media Jambi, Selasa 7 November 2017.

Menurutnya memang luas tanah secara keseluruhan dilokasi tersebut 1.774 meter persegi, tapi sebagian belum digugat.  Sedangkan yang digugat baru dua kapling saja.

Diceritakannya asal-usul lahan tersebut dijadikan awalnya pos pengamanan tahun 1946. Waktu itu kakek ahli waris bernama Ahmad bin Abdul Madjid Barangas menjadi penghulu diwilayah tersebut dan tanah tersebut dipijam pakai untuk pos pengamanan dikala itu.

Ahli waris pada tahun 1950 telah berupaya meminta kembali tanah yang dipinjam pakai tersebut, namun gagal dan tidak membuahkan hasil. Kasus ini terus bergulir hingga tahun 1970 terbit surat keputusan pengadilan Agama (Makamah Syariah Tanjung Jabung No B/1/62/1970 tertanggal 2 September 1970 tentang pembagian harta peninggalan almarhum Abdul Madjid bin Berangas berdasarkan hukum faraidh.

Namun putusan tersebut juga tidak digubris, sehingga penggugat melayangkan gugatan Meja Hijau alhasil gugatan tersebut dimenangkan ahli waris mulai dari tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi hingga Kasasi di Makamah Agung. “Terbitlah putusan Makamah Agung RI No 336.K/Pdt/2014 tanggal 10 Juli 2014 yang menyatakan tanah tersebut milik ahli waris Roha binti Abdul Madjid dan Baah binti Abdul Madjid yang mempunyai kekuatan hukum tetap,” jelasnya.

Bahkan kata dia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kuala Tungkal menyatakan tindakan Kapolres Tanjung Jabung memasukkan tanah ahli waris Roha binti Abdul Madjid dan Baah binti Abdul Madjid menjadi asset Polisi Resor Tanjung Jabung. Ini merupakan tindakan atau perbuatan melawan hukum oleh penguasa Negara. “Kami telah melakukan pendekatan secara kekluargaan baik kepada tim mediasi yang dibentuk Polda Jambi, namun tidak ditanggapi,” ujarnya.

Para ahli waris pun mengancam akan memasang papan merek di dua lokasi tersebut. Pasalnya lahan tersebut hak milik ahli waris yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Ahli waris sudah melayangkan surat permintaan pengembalian lahan ke Kapolres Tanjab Barat, Kapolda, Kapolri, Kompolnas hingga ke Presiden Jokowi belum ada tanggapan. “Sudah lebih dari 66 tahun lahan tersebut dikuasai Polres Tanjung Jabung belum dieksekusi. Ada apa, disini kami ahli waris menuntut keadilan,” ucapnya. (mas)