Jumat, 17 November 2017 - 09:28:28 WIB
Akselerasi Pertumbuhan Perusahaan Melalui Go Public Lebih Baik !
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 38 kali

Mediajambi.com - PT  Bursa  Efek  Indonesia  Kantor  Perwakilan  Jambi  bekerjasama  dengan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi, DPD Asosiasi Real Estate (REI) Provinsi Jambi, Kantor Akuntan  Publik  (KAP)  Kartoyo  &  Partner  menyelenggarakan  Workshop  Go  Public  “  Akselerasi  Pertumbuhan  Perusahaan Melalui  Go  Public“ .  Acara  berlangsung  di  Hotel  Aston  Jambi  dengan menghadirkan Narasumber  Umi  Kulsum  Kepala Divisi  Pengembangan  Calon  Emiten,  Dadang Suryanto  Investment Banking PT MNC Sekuritas,  Deny Ong  (Direktur PT Hartadinata Abadi Tbk yang diikuti oleh puluhan perusahaan dari berbagai bidang usang di Provinsi Jambi. 

Jambi, sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak perusahaan dengan berbagai skala dari kecil hingga  besar,  memiliki  alternatif  akses  pendanaan  di  Bidang  Pasar  Modal.  Sangat  banyak  sekali manfaat bagi perusahaan jika telah Go Public atau terdaftar di Bursa Efek Indonesia, antara lain :  Sumber dana untuk perluasan usaha, Tax Incentive, Memperkuat permodalan, Meningkatkan company value, Menimbulkan rasa kepemilikan para stakeholder, Meningkatkan kinerja perusahaan, dsb. 

Manfaat yang demikian banyak tersebut, akan sangat berdampak jika perusahaan memilih untuk Go Public di Pasar Modal, perusahaan dengan bidang usaha apapun bisa Go Public di Pasar Modal dan dengan persyaratan minimum permodalan perusahaan (Net Tangible) adalah sebesar 5 Miliar Rupiah dan  persyaratan-persyaratan  lainnya.  Dari  561  perusahaan  yang  sudah  terdaftar  di  Bursa  Efek Indonesia, memang  saat  ini  belum  ada  satupun  perusahaan  lokal  di  Jambi  yang  terdaftar  sebagai Emiten  di  BEI,  namun  proses  kearah  sana  akan  terwujud  dengan  berbagai  program  edukasi  dan sosialisasi mengenai manfaat Go Public yang diberikan oleh BEI Kantor Perwakilan Jambi kepada para perusahaan – perusahaan potensial di Jambi.  Saat  ini  terdapat  561  perusahaan  yang  tercatat  di  Bursa  Efek  Indonesia  dan  telah memanfaatkan peluan pendanaan dari Pasar Modal. Jumlah ini tentunya relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah seluruh perusahaan di Indonesia. Namun dengan potensi yang dimiliki perusahaan di Indonesia dan termasuk  di  jambi,  dengan  didukung  kondisi  perekonomian  yang  baik  serta  dukungan  dari pemerintah, kedepannya akan lebih banyak lagi perusahaan yang tertarik dan melakukan go public.

Optimisme tersebut tergambar pada jumlah pencatatan tahun ini yaitu 28 perusahaan, dengan total dana yang berhasil diperoleh dari total IPO mencapai Rp5,91 Triliun Rupiah.  Berdasarkan data per 10 Nopember 2017, nilai kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia telah

mencapai Rp6.665  triliun atau mengalami peningkatan  sebesar   15,83 % dibandingkan posisi akhir tahun 2016 yang sebesar Rp5.754 triliun. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia juga mengalami peningkatan sejak awal tahun sebesar 13.69 % ke posisi 6021,83. Sementara itu, rata-rata nilai  transaksi  per  hati mencapai  Rp7,3  triliun.  Rata-rata  frekuensi  perdagangan  juga  naik  sebesar 18,12 % menjadi 311.999 kali dari  jumlah  tahun 2016 sebanyak 264.127 kali. Kenaikan  juga  terjadi pada rata-rata volume perdagangan, dari jumlah tahun lalu yang sebanyak 7,8 miliar saham menjadi sebanyak 11,534 miliar saham atau naik sebesar 47,38 % Melihat potensi – potensi yang dimiliki oleh perusahaan – perusahaan di Provinsi Jambi, tentunya akan ada perusahaan yang menjadi pionir dari Provinsi Jambi untuk dapat melantai di Bursa Efek Indonesia.(mas)