Selasa, 05 Desember 2017 - 08:06:01 WIB
Kota Jambi Waspada Status Banjir
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 38 kali

Mediajambi.com - Status Waspada Banjir di Kota Jambi masih berlaku hingga saat ini. Namun hingga Senin (4/12) tercatat debit air sungai Batanghari mengalami penurunan dari hari sebelumnya. Menurut Walikota Jambi SY Fasha bahwa saat ini debit air Sungai Batanghari tercatat 13,10 meter. Dimana sebelumnya debit air setinggi 13,30 meter. “Debit air menurun 20 cm. Namun status masih Waspada banjir,”ujar Fasha saat mengecek kondisi air di Kelurahan Legok Kecamatan Danau Sipin,Senin (4/12).

Fasha bersama Kapolres, dan Dinas terkait juga menyusuri sungai Batanghari dengan menggunakan 4 perahu dari Dishub dan BPBD Damkar. Dari hasil penelusuran ditepian sungai Batanghari, belum ada rumah yang terendam air. Hingga saat ini, air masih berada di bawah rumah warga yang sebagian besar merupakan rumah panggung.

“Dari penelusuran kita dan tim tadi, air memang sudah tinggi namun belum ada yang masuk ke rumah warga. Artinya hingga saat ini tidak ada satupun rumah warga maupun sekolah yang terendam air. Air masih berada di bawah pekarangan warga. Untuk sekolah juga belum ada proses belajar mengajar yang terganggu hingga saat ini,”bebernya.

Namun Pemkot sudah menyiapkan 22 titik evakuasi jika nanti status berubah dari Waspada menjadi Siaga. “Kita tetap siap dengan semua kemungkinan. Namun kita berharap debit air tidak mengalami peningkatan sehingga warga bisa berkegiatan seperti biasa,”bebernya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ridwan, kepala BPBD Damkar Kota Jambi bahwa hingga saat ini belum ada bangunan rumah atau sekolah yang terendam air. Namun Pemkot terus memberikan himbauan kepada warga untuk selalu waspada. “Saat ini kondisi debit air mengalami penurunan dibandingkan hari kemarin. Sehingga kita berharap air bisa surut,”bebernya.

Namun Pemkot tetap melakukan persiapan mulai dari logistik, kesehatan dan keperluan lainnya. Untuk anggaran tanggap darurat, Pemkot Jambi juga sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 1 miliar. “Untuk beras sudah disiapkan 132 ton dan kita juga menyiapkan 22 titik lokasi evakuasi jika kondisi air terus naik dan level meningkat menjadi siaga 2 hingga siaga 1. Namun bantuan tersebut belum bisa kita keluarkan. Harus ada SOP jika akan mengeluarkan bantuan. Titik evakuasi diantaranya di depan WTC, di buluran, legok, kasang dan beberapa titik yang rawan banjir,”bebernya. (Yen)