Rabu, 06 Desember 2017 - 09:52:52 WIB
Komisi II Panggil Pertamina dan Hiswana Migas serta Disperindag
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 28 kali

Mediajambi.com - Soal pengaduan warga ke Komisi II DPRD Kota Jambi beberapa waktu lalu terkait mengenai adanya kelangkaan dan harga elpiji 3 Kg ditingkat pangkalan diatas HET di Kota Jambi.

Kemarin Komisi II panggil Pertamina, Hiswana Migas dan Disperindag Kota Jambi untuk duduk bersama menyikapi pengaduan warga tersebut.

Didalam pertemuan, Hendru perwakilan PT Pertamina SR-Gas mengaku bahwa di Kota Jambi saat ini tidak ada pengurangan pendistribusian elpiji 3 Kg. Untuk pendistribusian rata-rata 15 ribu tabung perhari kerja.

"Pertamina, tiap hari meminta laporan kemana saja pendistribusian. Tinggal agen yang memonitor pangkalan. Agen wajib lapor," akuinya.

Namun bicara soal harga diatas HET, Hendru tidak memungkiri hal tersebut. Di lapangan banyak oknum yang tidak tertib terkait harga.

"Kami sudah lakukan penertiban untuk agen yang bermain. Mana yang nakal kita siap cabut. Kita ada kontrak dengan agen," kata Hendru.

Sementara Yudi Eko dari Hiswana Migas menerangkan bahwa dari 9 agen yang ada di Kota Jambi terkait pendistribusiannya, pihaknya baru saja berkoordinasi dengan Pemkot Jambi untuk menindaklanjuti kelangkaan gas elpiji.

"Kelangkaan dari mana saja kelurahan yang ada. Itu kita harus tindaklanjuti, pastinya pendistribusian tidak ada pengurangan," kata Yudi Eko dalam pertemuan tersebut.

Terkait adanya pertemuan itu, Komari Kepala Disperindag Kota Jambi mengiyakan hal tersebut. Akuinya bahwa selain Hiswana Migas, stakeholder terkait pihaknya juga sudah melakukan rapat agar pasokan gas elpiji 3 Kg baik pendistribusian dan harga di Kota Jambi bisa optimal.

"Soal pasokan memang tidak ada pengurangan. Hanya saja ketika sidak lapangan, soal harga memang bervariasi dari pangkalan. HET-nya Rp 16 ribu tapi toko bervariasi hingga Rp 25 Ribu," kata Komari.

Terkait temuan sidak lapangan pemerintah, lanjut Komari bahwa pihaknya sudah merekomendasi pangkalan untuk dilakukan teguran, bahkan hingga penutupan.

"Kita rutin turun di tingkat pengecer. Tapi masih saja terulang kembali," akui Komari.

Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi Sony Zainul usai rapat mengajak Pertamina, Hiswana Migas, dan Disperindag untuk sidak bersama untuk menindaklanjuti laporan warga. Hal ini untuk melanjutkan laporan warga yang diterima Komisi II.

"Kalau laporan warga, kita akan langsung cek di lapangan. Kalau iya, kita rekom untuk dicabut dan tutup saja pangkalan itu," tegas Sony Zainul.(yen)