Selasa, 12 Desember 2017 - 09:33:02 WIB
Sebanyak 17 Pasang Muda- Mudi Ketangkap Dikos-Kosan
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 99 kali

Mediajambi.com- Sejak Januari hingga pertengahan Desember 2017 tercatat sebanyak 17 pasangan muda-mudi tidak menikah yang berhasil dibawa ke meja pengadilan. Ini merupakan hasil dari razia Satpol PP kota Jambi selama 1 tahun.

Dari proses persidangan tersebut, secara keseluruhan denda yang dibayar sekitar Rp 20jutaan. Dari hasil persidangan, setiap pasangan rata-rata terkena denda Rp500.000 hingga Rp700.000.

Menurut Yan Ismar, Kasatpol PP Kota Jambi bahwa sebenarnya jumlah pasangan yang diamankan oleh Satpol PP dalam razia kos-kosan ataupun Hotel selama 2017 lebih dari 17 pasang. Namun hanya 17 pasang tersebut yang bisa dibawa masuk dan diadili hingga ke pengadilan negeri. Sebab harus ada bukti kuat untuk membawa hal tersebut ke meja pengadilan.

“Itulah susahnya. Kadang kita kurang bukti sehingga meskipun mereka bukan pasangan suami istri dalam satu kamar tapi kalau tidak ada bukti yang konkrit tidak bisa kita ajukan ke pengadilan,” ujarnya.

Yan Ismar mencontohkan ada pasangan muda-mudi (mesum) dalam satu kamar namun baru coba-coba dan belum melakukan hubungan. Sehingga tidak cukup bukti untuk membawa mereka ke meja pengadilan.

“Hal-hal tersebut lah yang kadang membuat kita terhalang karena tidak cukup bukti untuk membawa ke pengadilan,” ujarnya.

Dikatakan bahwa jumlah denda yang dibayar masing-masing pasangan bervariasi mulai dari Rp 300ribu, Rp 500ribu hingga Rp700.000 sesuai dengan Perda yang berlaku.

“Uang tersebut langsung dimasukkan ke dalam kas daerah yang menjadi salah satu sumber PAD Kota Jambi. Hingga saat ini sekitar Rp 20 jutaan yang sudah disetor ke kas daerah,”bebernya.

Dikatakan Yan bahwa dalam razia, mereka juga mengecek perizinan, aktivitas yang ada di kos-kosan, hotel dan tempat lainnya. “Kita juga mengecek perizinan mereka, ada atau tidaknya karena saat turun, kita juga membawa tim terpadu,”ujarnya.

Dijelaskannya bahwa jika pasangan tersebut tidak mampu membayar, mereka harus dihukum kurungan badan.

“Ada dua hukumannya, denda atau kurung badan. Tapi sebagian besar mereka memilih untuk membayar denda. Kita berharap dengan semakin seringnya razia yang kita lakukan bisa meminimalisir jumlah pasangan mesum dan mereka bisa semakin sadar bahwa hal tersebut telah melanggar norma kesusilaan dan agama,” katanya.(yen)