Rabu, 13 Desember 2017 - 15:40:54 WIB
Jelang Natal Dan Tahun Baru Harga Sembako Merambat Naik
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 214 kali

Mediajambi.com - Menjelang perayaan keagamaan Natal dan tahun baru 2018 terjadi gejolak harga sejumlah kebutuhan pokok. Gejolak harga ini sebenarnya lebih disebabkan faktor cuaca ekstrim yang melanda sentra-sentra produksi, baik lokal maupun luar daerah. Hal ini mengemuka pada Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung Sekda Provinsi Jambi HM Dianto, bertempat di Ruang Jingga Bapeda Provinsi Jambi, Rabu (13/12/2017).

Ketua TPID Provinsi Jambi HM Dianto mengatakan angka inflasi di Kota Jambi bulan November 2017 sebesar 0,83 persen sedangkan tahunannya mencapai 1,17 persen. Sedangkan di Bungo senesar 3,49 persen sedangkan tahun ke tahun 4,03 persen. Inflasi di Kota Jambi terjadi pada empat kelompok pengeluaran barang dan jasa dan inflasi di Kabupaten Muara Bungo terjadi pada  enam kelompok pengeluaran barang dan jasa,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Penyebabnya karena terjadi kenaikan sejumlah komoditi dipasaran seperti beras, cabe, bawang, daging,

ikan , ayam, dan sayur- sayuran. Informasi yang didapat disebabkan cuaca ektrim yang melanda sentra-sentra produksi baik lokal maupun luar daerah. Untuk menstabilkan harga Pemprov Jambi telah melakukan operasi pasar 2017 sejak tanggal 5 Desember lalu berupa beras sebanyak 100 ton, minyak goreng dan gula pasir. “Alhamdulilah dengan adanya OP ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkannya, sehingga tidak terjadi gejolak harga yang signifikan,” ucapnya.

Sekda juga berharap kepada Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam berkoordinasi dengan kabag Perekonomian pemerintah kabupaten/kota. Jadi jika butuh OP maka harus disampaikan berapa kebutuhan. “Setelah mendapat informasi lengkap kita akan bekerjasama dengan Bulog untuk melepas beras cadangan yang dimiliki pemerintah,” jelas Dianto.

Selanjutnya isu aktual yang perlu disikapi yakni menghadapi Hari Natal dan Tahun Baru, Cuaca ekstrim, Gangguan Transportasi (cuaca/longsor/banjir) dan Kebijakan subsidi Pemerintah 2018.

Kepala BI Perwakilan Jambi V Carlusa mengatakan komoditas administered price menjadi komoditas utama penyumbang inflasi Kota Jambi dan Bungo hingga November 2017, antara lain tariff listrik, rokok kretek filter, bensin. Komoditas lain yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar adalah udang basah, beras kentang, dencis pada kelompok volatile food. Sementara itu, tariff pulsa ponsel, emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi komoditas inti hingga bulan November 2017. “Di tahun 2017, harga daging sapi, dan beras cenderung lebih stabil. Namun harga bawang merah dan daging ayam masih mengalami fluktuasi,” ujarnya.

Dijelaskannya harga cabai rawit dan cabai merah keriting terus berfluktuasi sepanjang 3 tahun terakhir, harga cabai rawit pernah mencapai Rp74 ribu /kg (Februari 2017-red) dan cabai merah keriting sempat mencapai Rp67 ribu/kg (Novomber 2016-red).

Dia melihat faktor yang mempengaruhi inflasi Triwulan IV-2017 antara lain Hari Raya Natal dan Tahun Baru Masehi Proyek infrastruktur pemerintah daerah dan sektor swasta, libur semester ganjil tahun ajaran 2017/2018, dan kelangkaan bahan bakar rumah tangga berupa gas LPG 3 kg. Sehingga dia memprediksi hingga akhir tahun 2017 ini inflasi Provinsi Jambi berada dikisaran 1,21 persen hingga 1,61 persen. “Dibawah target inflasi Pemprov Jambi 2017 sebesar 4,20% (yoy),” ucapnya. 

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala OJK Provinsi Jambi, Kepala Biro Perekonomian dan SDA, Kepala Bulog Divre Jambi dan instansi terkait yang berasal dari kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.(mas)