Rabu, 13 Desember 2017 - 16:07:27 WIB
Sekda : Penyaluran Gas 3 Kg di Provinsi Jambi Tidak Tepat Sasaran
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 75 kali

Mediajambi.com - Penyaluran gas elfiji 3 kg tidak tepat sasaran. Inilah yang menyebabkan terjadinya kelangkaan ditengah masyarakat. Hal ini dikemukakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, HM Dianto, usai membuka  Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (Rakor TPID) Provinsi Jambi dalam rangka Mengantisipasi Kenaikan Harga dan Menjaga Ketersediaan Stok Pangan dalam Menyambut Hari Besar Natal dan Tahun Baru, Rabu (13/12), bertempat di Ruang Dara Jingga Bapedda Provinsi Jambi.

 Dikatakannya, salah satu yang perlu disikapi yaitu penyaluran gas elfiji 3 Kg, karena ternyata setelah Tim Satgas Pangan turun ke lapangan ada beberapa hal yang ditemui. Tim sudah turun ke Tebo, Bungo, dan Batanghari, ternyata dipasaran memang awalnya adanya kelangkaan gas 3 Kg.

“Ternyata setelah dicek pengguna adalah dari masyarakat atau pihak yang tidak berkompeten menggunakannya, contoh ada kontraktor membangun jembatan dan menggunakan gas 3 Kg untuk mengelas, ada rumah makan besar juga menggunakan itu, padahal gas 3 Kg ini kan untuk masyarakat miskin, pedangang kecil, pedagang gerobak keliling, tetapi digunakan oleh pihak yang tidak masuk kategori yang harus disubsidi,” ujarnya.

Jika penyalurannya tepat sasaran akan cukup. “Masyarakat tidak akan mengeluh, di lapangan nanti akan kita kawal dengan pihak kepolisian agar jangan sampai terjadi penyalahgunaan  dalam pembelian gas 3 kg ini,” ujar Sekda.

 Sekda mengatakan, Rakor TPID ini sangat strategis karena di beberapa daerah  menjadi psikologis pasar adanya kecenderungan kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan, adanya peningkatan permintaan dan keterbatasan pasokan. “Memang sudah menjadi suatu trend  ketika menghadapi hari besar keagamaan dan sebentar lagi Natal dan Tahun Baru kecenderungan pasar tidak hanya di kita tetapi Provinsi di Indonesia mengalami kenaikan harga,  faktor-faktor penyebab terjadinya kenaikan harga adalah gagal panen, gangguan distribusi, penimbunan/spekulan, kenaikan biaya transportasi, dan pengurangan kuota (BBM dan gas),”ungkap Sekda.

Sekda juga mengemukakan, pemerintah telah melakukan kebijakan stabilisasi harga yaitu dengan melakukan operasi pasar bahan pokok (Perindag, Ketahanan Pangan, Bulog), percepatan penyaluran rastra (Bulog, Dinas Sosial), pengadaan daging beku (Bulog), operasi  pasar gas 3 Kg (Pertamina), sidak ke distributor, agen dan pangkalan.

 “Beberapa waktu yang lalu telah kami lakukan penyaluran 3 komoditi ke pasaran yaitu beras, gula dan minyak, tujuannya untuk mengantisipasi dan menyikapi gejolak harga di pasaran menjelang Natal dan Tahun Baru, dan kita juga perlu menyikapi beberapa isu aktual yang saat ini berkembang yaitu adanya cuaca ekstrim yang nantinya berpengaruh pada hasil panen, gangguan transportasi (cuaca, longsor, dan banjir),” tutur Sekda. (mas)