Senin, 15 Juni 2015 - 15:35:35 WIB
Senam Evaluasi Kinerja Pelatih
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Ragam - Dibaca: 1134 kali

Mediajamabi.com-Guna mengejar target menghadapi pra-PON bulan November 2015 mendatang. Pengurus Pengprov Persani Jambi melakukan evaluasi terhadap kinerja atlet dan pelatih. “Kita melakukan evalusi dan uji tanding sejauhmana kemampuan atlet dan pelatih selama ini,”ujar pelatih Pengprov Persani Jambi Lulu Manurung, Sabtu 13 Juni 2015.

Menurutnya tanpa evaluasi tidak akan tahu sampai dimana kemampuan atlet, apalagi dengan porsi latihan selama 10 jam perminggu. “Saya beberapa waktu lalu diminta Ketua KONI Pak Budianto harus bisa menyumbang sedikitnya dua medali emas pada PON/2016 di Jawa Barat,” ujarnya.

Target tersebut sebenarnya tidak muluk-muluk, pasalnya pada PON Remaja di Surabaya lalu Senam menyumbang dua medali emas atas nama Cristrian Michael Sianturi dan Calvin Ponco Ayaga. “Atlet senam Jambi diperhitungkan ditingkat nasional, namun permasalahan yang dihadapi hingga saat ini pembinaan yang kurang maksimal,” ujarnya.

Dia mencontohkan ada atlet senam yang sangat berbakat yaitu Gustian Abimayu yang sudah tiga bulan ini tidak berlatih. Alasannnya sangat sepele tidak memiliki ongkos untuk berlatih ke gedung senam. “Seorang pesenam harus berlatih dan berlatih setiap harinya. Satu hari tidak berlatih maka harus mengulang dari awal,” jelasnya.

Peraih medali emas cabang olahraga senam pada PON 1996 dan tahun 2000 berharap para pesenam yang dilatihnya bisa masuk tim nasional. “Kita bukan sekedar mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan tapi bagaimana pesenam Jambi bisa masuk dalam tim nasional. Ini artinya akan ditangani Persani Pusat dan secara otomatis prestasi sudah didepan mata,” ucapnya.

Dijelaskannya dari tiga nomor pertandingan yaitu artistik, ritmik dan aerobik memiliki peluang. Seluruhnya ada 13 pesenam yang masuk Pelatda Merpati Emas, tapi tidak menutup kemungkinan pesenam lain bisa tampil pada ajang pra PON mendatang. “Fasilitas yang dimiliki Persani Jambi sangat memadai, walau telah usang. Namun pembinaan belum dilakukan secara optimal,” ungkapnya.(mas)