Rabu, 14 Februari 2018 - 15:52:57 WIB
Seluruh Fraksi di DPRD Terlibat Uang Ketok Palu
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Hukrim - Dibaca: 96 kali

Mediajambi.com - Seluruh fraksi di DPRD Provinsi terlibat dalam uang ketok palu. Hal ini terungkap pada sidang perdana Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap terdakwa Erwan Malik, Arpan dan H Saipuddin di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (14/2/2018).

Adapun uang ketok palu yang dijanjikan kepada anggota dewan sebesar Rp 50 - Rp 100 juta/orang sedangkan untuk pimpinan dewan dijanjikan berupa proyek tahun 2018. Uang ketok palu sebesar Rp 5 miliar tersebut akan diberikan untuk 50 orang anggota dewan. Uang sebesar Rp 5 diserahkan Fandi Yoesman alias Asiang alias Ali Tonang alias Ahui kepada Arpan menggunakan mobil Mitsubisi Outlander milik Dheny Ivantriesyana Poetra bertempat di Alfamart dikawasan Simpang Ahok Kota Jambi.

Selanjutnya atas perintah Arpan uang tersebut dibawa ke rumah Wasis Sudibyo untuk membagi ke dalam beberapa kantong plastic yang akan diberikan kepada perwakilan anggota DPRD Provinsi Jambi dengan jumlah dan besaran bervariasi sesuai dengan arahan Arpan dan Saipudin.

Dalam amar dakwaan dijelaskan uang sebesar Rp 700 juta diserahkan kepada Cekman di rumahnya di Komplek Pasir Putih dari Fraksi Restorasi Nurani. Selanjutnya uang sebesar Rp600 juta diserahkan Elhelwi untuk Fraksi PDI-P. Untuk PPP diterima oleh Parlagutan Nasution, Fraksi Golkar diterima M Juber sebesar Rp700 juta, Fraksi PKB Tahjudin Hasan Rp600 juta, Gerindra diterima Saipuddin Rp500 juta, Pan Rp400 juta, dan Bintang keadilan Rp300 juta. Jadi total uang yang telah diberikan sebesar Rp3,4 miliar.

Selanjutnya kronologis pemberian uang ketok palu ini Pelaksana Sekda Erwan Malik dan Plt Kepala PU PR  Arpan mengadakan pertemuan dengan Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston diruang kerjanya. Dalam pertemuan itu adanya permintaan anggota dewan meminta uang ketok palu untuk pengesahan APBD 2018. Saat itu Arpan belum dapat menyanggupi karena masih menjabat pelaksana tugas.

Cornelis Buston melakukan pertemuan dengan unsure pimpinan dewan yakni Cornelis Buston, Zoerman Manap, Chumaidi Zaidi, Syahbandar, Zainur Arfan, Elhwi, Sopian Ali, Syofian dan Muhammadiyah. Dalam pertemuan itu dibahas mengenai nilai uang yang akan diberikan eksekutif yaitu Rp200 juta/orang. Disepakati sebagai uang tanda jadi masing-masing antara Rp50juta-Rp100 juta sedangkan untuk pimpinan dewan tidak diberikan dalam bentuk uang tapi dalam bentuk proyek tahun 2018 dengan fee sebesar 2 persen dari proyek multiyear jalan laying di Kota Jambi.

Erwan melapor permintaan uang ketok palu tersebut kepada Zumi Zola dan memerintahkan untuk berkoordinasi dengan Asrul Padepotan Sihotang orang kepercayaannya. Asrul menyampaikan permintaan tersebut telah mendapat persetujuan dari Gubernur Jambi H Zumi Zola. Termasuk mempertahankan Erwan Malik menjadi Sekda dan Arpan menjadi Kadis PUPR.

Erwan melaporkan kepada Zumi Zola terkait kegiatannnya mengambil langkah-langkah agar RAPBD menjadi Perda APBD 2018. Dia juga telah meminta jaminan kepada pimpinan DPRD dengan konpensasi uang ketok palu. Zumi Zola khawatir dalam rapat paripurna banyak fraksi yang menolak sehingga akan membuat malu dan menjadi berita yang tidak bagus. Terdakwa Erwan juga telah menghubungi Asrul namun belum terhubung dan akan bergerak sampai menjelang malam agar fraksi-fraksi menyetujui Raperda APBD 2018. Saat itu Zola menjawab ya coba, coba,coba.(mas)