Kamis, 15 Februari 2018 - 09:42:28 WIB
Agen Tinggalkan Pasar Induk Pal X Kota Jambi
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 72 kali

Mediajambi.com- Pasar induk paal X Kota Jambi sudah mulai sepi, sebagian agen memilih pindah kembali ke pasar angso duo lama, meskipun itu melawan aturan pemerintah.

Kembalinya sejumlah agen ke pasar angso duo bukan tanpa alasan. Mereka merasa rugi jika tetap bertahan di pasar induk paal X, karena konsumen lebih memilih belanja di pasar angso duo. Hal tersebut disebabkan komitmen awal pemerintah yang berubah. Awalnya pemerintah menegaskan aktifitas jual beli di pasar angso duo dilarang sebelum pukul 04.00 Wib dinihari, namun kini kebijakan itu berubah, pemerintah membolehkan pedagang malam angso duo, masuk pukul 01.00 wib dinihari.

Edi, Agen Ayam di pasar Induk paal x Kota Jambi mengatakan, kini pasar angso duo sudah mulai beroperasi malam, sehingga pasar induk paal menjadi sepi. Ia meminta pemerintah tegas dan komitmen dengan aturan awal. Jangan sampai para agen dan pedagang menjadi korban.

"Saya masih bertahan di pasar induk. Ini karena saya menghormati pemerintah. Tapi pemerintah harus tegas, jangan ada lagi kegiatan malam di pasar angso duo. Sekarang angso duo dibuka pukul 01.00 wib," katanya.

Dengan kondisi pasar induk paal x sebut Edi, kini sejumlah agen sudah mulai berguyur pindah ke pasar Angso Duo. "Lah separo balek ke angso duo. Rencana kami nak balek ke angso duo semua," katanya.

Ditambahakan Yusron, agen sayur pasar induk paal x Kota Jambi, saat ini para pedagang pasar induk paal x sudah mengeluh, termasuk dirinya. Secara pribadi Yusron mengaku sudah merugi Rp50 juta sejak pindah ke pasar induk paal x. "Macam mano dak rugi, barang banyak tebuang be karena dak laku. Orang banyak belanjo di angso duo," katanya.

Ia mengaku, dirinya bersama rekan yang masih bertahan di pasar induk karena menghormati pemrintah. Ia meminta ketegasan dam komitmen pemerintah dalam menangani masalah ini. "Kalau tidak, kami akan balik ke angso duo. Akan lebih brutal lagi. Jalan akan kami tutup semua untuk tempat jualan," imbuhnya.

Ia mengaku sudah mendesak Dinas perdagangan dan perinduatrian serta anggota DPRD Kota Jambi, namun tidak mendapat respon yang positif. "Sekarang kita seperti tidak punya pemerintah. Kito jadi korban,"  ujarnya.

Sementara Umar Faruk, Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi mengatakan, pihaknya segera memanggil pihak eksekutif untuk membahas masalah ini. "Kita akan panggil dulu Dinas perdgaangan. Apa penyebab masalah ini terjadi," katanya.

Terkait masalah pukul 01.00 wib itu diseoakati untuk pedagang yang nernyawo, seperti ikan, ayam dan daging. "Kalau memang itu ada kesalahpahaman, nanti akan kita bahas lagi. Kita sudah komitmen menghiduopkan pasar induk paal x," imbuh Faruk.

Pada 2018 ini anggran untuk membenahi fasilitas pasar induk juga cukup besar. "Pemerintah akan menyiapkan segala fasilitas yang kurang," pungkasnya. (Yen)