Rabu, 07 Maret 2018 - 11:50:21 WIB
Bahan Makanan Penyumbang Deflasi di Kota Jambi dan Muaro Bungo
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 161 kali

Mediajambi.com - Bahan makanan menyumbang deflasi terbesar, baik di Kota Jambi maupun di Muaro Bungo. Inflasi gabungan Kota Jambi dan Muaro Bungo bulan Februari 2018 sebesar -0,77 persen. Dengan rincian Kota Ja  kota Jambi mengalami  deflasi sebesar0,83% sedangkan Bungo mengalami deflasi 0,13 persen. Dengan indek harga konsumen (IHK) masing-masing sebesar 130,71 dan 129,79.

Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan mengatakan bahan makanan menyumbang angka deflasi sebesar 4,23 persen, diikuti kelompok tranfortasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. "Ada lima kelompok pengeluaran pada bulan Februari yang mengalami inflasi yaitu perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,72 persen. Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,23 persen. Kesehatan 0,73 persen, sandang 0,00 persen dan pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,54 persen," ujar Dadang kepada sejumlah awak media.

Dijelaskannya inflasi tahun kalender sebesar 0,77 persen dan tahun ke tahun 3,95 persen untuk Kota Jambi. Sedang di Muaro Bungo deflasi 0,13 persen tahun kalendernya 0,12 persen dan tahun ke tahun sebesar 3,55 persen. "Untuk tahun kalender Kota Jambi lebih kecil, sedangkan inflasi tahun ke tahun Kota Jambi lebih besar dibandingkan Muaro Bungo," ungkap Dadang.

Dikatakannya komoditi daging ayam ras, cabe merah, bayam, kangkung, ikan nila, daun singkong, udang basah, tomat sayur, timun, telur ayam ras dan angkutan udara menyumbang deflasi bagi Kota Jambi. Sedangkan komoditi penyumbang deflasi di Muaro Bungo yaitu daging ayam ras, cabe merah, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, gula pasir, ikan gabus, cakalang, minyak goreng, cabe rawit, ikan teri dan udang basah.

Dalam pembrntukan deflasi di Kota Jambi andil terbesar dari kelompok bahan makanan sebesar 1,1089 persen, diikuti sandang 0,0029 persen, dan pendidikan, komunikasi dan jasa keuangan 0,0022 persen. "Ada empat kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu makan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0294 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,1769 persen, kesehatan 0,0326 persen, dan pendidikan rekreasi, dan olahraga 0,0411 persen," ucapnya.

Sedangkan di Muaro Bungo inflasi terjadi pada enam kelompok pengeluaran.(mas)