Senin, 02 April 2018 - 10:20:44 WIB
Harga Beras Premium di Kota Jambi Turun
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 206 kali

Mediajambi.com - Dalam beberapa ini harga beras premium di Kota Jambi mengalami penurunan. Pantauan Mediajambi.com Senin (2/4/2018) dibeberapa pengecer beras di Pasar Angso, Talang Banjar dan Simpang Pulai rata-rata terjadi penurunan Rp 500/kg. Turunnya harga beras premium ini disebabkan bertambahnya pasokan.

Seperti beras merek topi koki premium mengalami penurunan harga dari Rp.12,000 menjadi Rp.11.500 atau sebesar Rp.500. Beras merek king (Ir.64) premium mengalami penurunan harga dari Rp.12,000 menjadi Rp11.500/kg.  Beras merek belido (Ir.42) premium juga mengalami penurunan harga dari Rp.12,000 menjadi Rp.11.500. “Turunya  bertambahnya pasokan dari luar daerah, karena beras premium dipasok dari daerah lain,” ujar Kepala Dinas Perindag Provinsi Jambi Ariansyah.

Menurutnya komoditi lain yang mengalami peruhana harga hari ini antara lain Cabe merah besar mengalami penurunan harga dari Rp.36,000 menjadi Rp.34.000 atau sebesar Rp.2.000. Cabe merah keriting mengalami penurunan harga dari Rp.40.000 menjadi Rp.38.000 atau sebesar Rp.2.000/kg disebabkan bertambahnya pasokan. Sedangkan komoditi lainnya dalam keadaan stabil dan tidak mengalami perubahan harga. “Turunnya harga cabe  merah ini juga disebabkan melimpahnya pasokan,” jelasnya.

Untuk itu dia berharap kepada konsumen tidak melakukan aksi beli dan membeli sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian agen tidak melakukan monopoli harga, bahkan kata dia tim Satgas Pangan yang telah terbentuk terus melakukan pemantauan harga-harga dilapangan. “Jika terjadi kenaikan harga kita akan turun dan mengecek stok yang ada digudang-gudang penyimpanan.  Bahkan jika diperlukan akan dilakukan operasi pasar (OP) hingga harga stabil,” ungkapnya.

P Pasaribu pedagang beras di Pasar Angso Duo mengaku turunnya harga beras sejak tiga hari belakangan ini. Hal ini disebabkan beberap daerah sentra beras yang menjadi pemasok beras ke Kota Jambi sedang panen raya. Namun demikian kata dia walaupun terjadi penurunan harga pembeli tetap membeli beras dalam jumlah sedikit. “Rata-rata pembeli dalam jumlah kiloan dan jarang sekali yang membeli dalam jumlah banyak satu zak misalnya,” ucapnya.

Dikatakannya, beras yang diminati masyarakat adalah beras asal luar daerah sedangkan beras lokal jarang dilirik walaupun harganya jauh lebih mudah. Saat ini kata dia masyarakat kurang mampu jarang sekali yang membeli beras premium karena telah mendapat jatah beras sejahtera (Rastra) dengan harga murah. “Beras lokal kurang diminati, itu ada beras asal Tanjung Jabung Timur. Rasanya sama tapi kualitasnya tidak bagus banyak yang patah-patah,” ucapnya sambil menunjuk beras lokal. (mas)