Rabu, 11 April 2018 - 08:00:52 WIB
Kolam Retensi Jadi Solusi Atasi Banjir
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 176 kali

Mediajambi.com - Sejumlah wilayah di Kota Jambi digenangan banjir ketika hujan turun. Salah satunya di kawasan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi. Beberapa perumahan menjadi langganan banjir, diantaranya Perumahan Kota Baru Indah, Perumahan Namura Indah III, Perumahan Bougenville dan Perumahan Kembar Lestari.

Banjir disebabkan drainase sempit, tak mampu menampung aliran air hujan. Kondisi tersebut sudah hampir 10 tahun dirasakan warga setempat.

Ketua RT 55 Kenali Besar, Alam Barajo Kota Jambi Hormat Siregar, mengatakan, pengajuan sudah pernah disampaikan melalui lurah, camat dan DPRD Kota Jambi.  “Peninjauan sudah pernah dua kali dilakukan, namun perbaikan belum ada,” kata Hormat, kemarin (9/4).

Ia menyebutkan perumahan Namura tersebut sudah berdiri sejak 2008 silam. Sejak 2010 sudah mulai terjadi banjir. “Kalau sudah hujan 3-4 jam, maka sudah banjir semua. Bahkan tingginya bisa 1,5 meter. Kita mohon kepada Pemerintah Kota untuk mencarikan solusi penanganan banjir ini,” imbuhnya.

Yunius Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Jambi mengatakan, yang melintasi kawasan tersebut adalah sungai Kenali Kecil, kondisi drainasenya memang tak mamapu menampung tingginya curah hujan.

“Sungai ini menampung air dari wilayah Kota Jambi dan Muaro Jambi. Ada juga penyumbatan disepanjang sungai ini,” katanya.

Yunius menyebutkan, untuk menangani masalah ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS VI) untuk pembuatan kolam retensi. “Minimal 3-5 titik kolam retensi yang dibangun di Kenali Besar ini,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat sebut Yunius, dirinya akan mengundang sejumlah warga Kenali Besar untuk rapat koordinasi mencari lahan pembuatan kolam retensi. “Anggaran sudah disediakan oleh BWSS VI untuk pembuatan kolam retensi, kita menyiapakan lahannya,” jelasnya.

“Kolam retensi akan dibuat dari hulu, sehingga aliran air hujan bisa ditangkap masuk dalam kolam retensi,” ujarnya

Satu kolam retensi membutuhkan tanah seluas dua hektar. “Ini baru rencana. Polanya tetap harus itu,” pungkasnya. (yen)