Kamis, 12 April 2018 - 08:46:47 WIB
Damkar Kota Jambi Belum Memiliki Mobil Menjangkau Gedung Tinggi
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 124 kali

Mediajambi.com- Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kota Jambi masih mengalami kesulitan dalam memadamkan api khususnya untuk bangunan tinggi. Sebab, saat ini Damkar Kota Jambi masih belum memiliki. mobil tangga untuk menjangkau bangunan tinggi. Sebab, untuk membeli satu unit mobil tangga tersebut membutuhkan anggaran Rp 18 hingga Rp 20 miliar.

Disampaikan oleh Ridwan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kota Jambi bahwa saat ini, pihaknya belum memiliki mobil tangga yang bisa menjangkau gedung tinggi. Menurutnya, untuk satu mobil tangga yang ukuran lima meter keatas, harus mengeluarkan anggaran yang besar. Sementara, Pemerintah Kota Jambi harus menggunakan anggaran untuk keperluan yang prioritas terlebih dahulu. “Mobil tangga itu harganya mahal. Ada yang 5 meter keatas, 7 atau 8 meter. Harganya sampai Rp 20 miliar. Pemerintah selalu berupaya untuk menganggar mobil tangga, namun karena ada prioritas yang harus didahulukan dalam penggunaan APBD sehingga pembelian mobil tersebut belum bisa direalisasikan,”ujarnya, Rabu (11/4).

Saat ini, BPBD Damkar Kota Jambi memiliki 15 armada. Dengan jumlah pasukan pemadam kebakaran sebanyak 175 petugas. Saat ini, BPBD Damkar juga sudah memiliki posko kebakaran dibeberapa kecamatan di Kota Jambi. Satu Kecamatan diisi oleh 20 petugas keamanan. “Untuk tahun ini kita akan tambah satu posko di Kecamatan Paal Merah. Tiap Kecamatan harus ada posko sehingga gerakan kita lebih cepat dalam memadamkan api,”ujarnya.

Ridwan menambahkan bahwa pada 2018 ini, sudah dianggarkan satu unit armada lagi. Ini untuk membantu peningkatan kinerja dari BPBD Damkar Jambi. 

Ridwan juga menghimbau para pengusaha terutama yang memiliki gedung tinggi agar lebih perduli terhadap proteksi manajement kebakaran. Sebab, menurutnya tingkat kepedulian terhadap proteksi kebakaran masih dinyatakan rendah. “Saat ini sudah mulai peduli, namun masih dikatakan rendah. Kita terus menghimbau para pengusaha, pemilik gedung tinggi untuk lebih perduli dan proteksi gedungnya dari kebakaran. Memeriksa Hidrant dan lainnya. Sebab, mengatasi kebakaran ini adalah tanggungjawab kita bersama, bukan saja tugas pemerintah,”bebernya.(yen)