Rabu, 18 April 2018 - 11:11:52 WIB
Musim Hujan, Petani Tunda Jadwal Tanam Padi
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 115 kali

Mediajambi.com - Musim hujan yang melanda Kota Jambi saat ini terpaksa membuat para petani padi mengundur jadwal tanam mereka. Padahal, pada April 2018 ini, seharusnya sudah masuk musim tanam padi. Sebab, intensitas hujan cukup tinggi dan dikhawatirkan benih padi tidak akan tumbuh dengan baik.

Disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi Damiri mengatakan, bahwa pihaknya sudah meminta para petani padi untuk mengundurkan jadwal tanam mereka. Sebab, saat ini masih terkendala dengan hujan yang kerap turun dengan deras.

“Kita ada perubahan musim tanam. Seyongyanya April ini sudah masuk musim tanam. Karena adanya anomali musim jadinya bergeser. Kita minta petani baru mulai tanam pada bulan depan. Karena saat ini masih sering terjadi hujan deras,”bebernya, Selasa (17/4) setelah menggelar hearing di DPRD Kota Jambi.

Dikatakan Damiri bahwa meskipun musim tanam terpaksa harus diundur, namun petani Kota Jambi sudah panen padi seluas 10 hektar dan jagung seluas 12 hektar pada Maret 2018 lalu. Hal ini membuat petani bisa bernafas lega meskipun musim tanam setelah panen terpaksa diundur.

“Kalau untuk panen padi kita sudah 10 hektar. 1 hektar bisa menghasilkan sebanyak 6,8 ton beras dan hal tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Kota Jambi. Meskipun kita juga masih mendatangkan pangan dari Kabupaten dan Provinsi tetangga,”ujarnya.

Sedangkan untuk tanaman jagung, ada 12 hektar yang sudah panen. Sebagian besar berasal dari Kecamatan alam barajo dan Jambi Selatan. “Kalau untuk tanaman padi kita lebih banyak di Kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan,”bebernya.

Damiri menambahkan bahwa kedepan, Petani Kota Jambi akan lebih banyak fokus pada penanaman padi organik dan padi beras merah. Sebab, meskipun harganya lebih mahal, namun jumlah masyarakat yang mengkonsumsi padi jenis ini cukup banyak. “Ini juga salah satu cara pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Misalnya petani kita hanya sekali panen. Namun kita jualnya dengan harga Rp 26ribu/kg. Sedangkan untuk padi biasanya harganya Rp 9000/kg. Hasil uang yang didapatkan sama saja. Nantinya kita cukup satu  kali tanam saja, namun hasil uang yang didapat sama dengan yang dua kali panen,”bebernya.

Damiri juga menjelaskan pihaknya terus melakukan pelatihan tentang tanaman pangan kepada masyarakat dan petani. Sehingga masyarakat memahami produk pangan yang berkualitas dengan yang tidak. “Sehingga petani juga bisa menghasilkan produk pangan yang baik dan berkualitas juga,”bebernya.

Sementara itu menurut Sutiono, ketua Pansus LKPJ dari fraksi PDIP meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi agar intens memberikan pelatihan dan bantuan kepada kelompok tani. Sebab, melalui bantuan tersebut, bisa membantu para petani dalam menanam padi, jagung dan produk pangan lainnya.

“Kan sudah ada anggaran untuk kelompok tani, agar ini diberikan dengan tepat sasaran. Apalagi saat inikan musim hujan sehingga mereka belum bisa tanam. Kita berharap agar dengan program yang ada saat ini, bisa meningkatkan kualitas pangan pada saat panen nanti,”bebernya. (Yen)