Jumat, 27 April 2018 - 10:31:05 WIB
Berkurangnya Pasokan, Harga Cabe Marah Naik Signifikan
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 127 kali

Mediajambi.com - Menipisnya pasokan akibat cuaca ektrim harga cabe merah dibeberapa pasar tradisional di Kota Jambi naik tajam. Pantauan mediajambi.com ditingkat pengecer di pasar Simpang Pulai harga cabe merah naik dari Rp36.000 menjadi Rp44.000/kg.

“Pasokan dari agen sedikit, pedagang pengecer menjual sesuai dengan harga agen. Jika agen menjual murah kamipun ikut juga. Jadi hari ini harga cabe merah mencapai Rp44.000/kg sedangkan kemaren hanya Rp36.000/kg atau terjadi kenaikan sebesar Rp 8.000/kg,” ujar Ani Lindawati pedagang pengecer kebutuhan pokok di Pasar Simpang Pulai, Jumat (27/04/2018).

Naiknya harga komoditi cabe merah ini disinyalir terhambatnya pasokan dari sentra cabe dari luar Provinsi Jambi. Pasalnya sebagian besar cabe yang dijual pedagang di Kota Jambi berasal dari pulau Jawa, sumatera Barat, Linggau dan lampung. “Hanya sedikit sekali cabe lokal, namun harga cabe sulit diprediksi. Terkadang pagi ini harga tinggi nanti siang turun drastik. Jadi harga tergantung dari pasokan,” ucapnya.

“Dalam beberapa hari ini harga komoditi cabe merah mengalami kenaikan yang cukup sgnifikan. Tiga hari lalu (Rabu 25/4/2019-red) harga cabe merah Rp26.000/kg. Kemaren Kamis naik lagi menjadi Rp Rp 36.000/kg dan hari ini naik menjadi Rp44.000/kg,” ujarnya.

“Cabe rawit hijau juga mengalami kenaikan harga dari Rp.20,000 menjadi Rp.22.000 atau sebesar Rp.2.000/kg,” ujarnya.

Komoditi yang mengalami kenaikan hari ini selain cabe yaitu daging ayam potong. Harga daging ayam potong naik Rp 2.000/kg dari hari sebelumnya. “Hari ini harga daging ayam potong ditingkat pengecer Rp 37.000/kg sedangkan kemaren Rp 35.000/kg. Pasokan terbatas, karena musim penghujan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Ariansyah.

Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan gula pasir  yang mengalami penurunan harga dari Rp.12.000 menjadi Rp.11.500/kg  atau sebesar Rp.500. Hal ini disebabkan bertambahnya pasokan dari agen. Selain itu komoditi bawang putih impor kating  mengalami penurunan harga dari Rp.28.000 menjadi Rp.25.000 atau sebesar Rp.3.000/kg.

“Naiknya harga beberapa komoditi itu disebabkan berkurangnya pasokan dari sentra-sentra produksi baik lokal maupun luar Provinsi Jambi,” ucapnya.  

Untuk itu dia berharap konsumen dalam berbelanja harus cerdas dan jangan melakukan aksi beli. “Belilah kebutuhan pokok seperlunya, sehingga agen tidak melakukan monopoli harga,” ungkapnya lagi.(mas)