Jumat, 04 Mei 2018 - 19:04:26 WIB
Akibat Pembangunan Drainase 46 Titik Pipa City Gas Bocor
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 40 kali

Mediajambi.com-  Terkait dengan bocornya pipa City Gas akibat pembangunan drainase yang dilakukan oleh pemerintah kota Jambi pihak Pertagas, Dinas PUPR Kota Jambi, konsultan, kontraktor dan pihak terkait sudah melakukan rapat bersama. Rapat tersebut dilaksanakan pada Senin (30/4). 

Sekretaris Daerah Kota Jambi Budidaya mengatakan dalam rapat tersebut ada lima hal yang menjadi kesepakatan. Pertama yaitu drainase yang dikerjakan harus selesai sesuai dengan target yang diinginkan.  Kedua berdasarkan pengecekan di lapangan, ternyata ada 46 titik pipa gas yang bocor. Ketiga PT Pertagas harus menempatkan petugas mereka di beberapa titik yang ada jaringan pipa. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi kebocoran pipa gas akibat pelaksanaan pembangunan drainase. Keempat yaitu pertagas dan kontraktor yang akan memperbaiki pipa gas. 

"Untuk anggarannya sendiri sedang di hitung oleh konsultan,"ujarnya. 

Kelima, pekerjaan perbaikan jaringan harus selesai dan ditargetkan sebelum bulan puasa. 

"Lima hal itulah yang menjadi hasil rapat kita bersama dan ini harus direalisasikan secepatnya,"ujarnya.

Ditambahkan Sekda Kota Jambi Budidaya bahwa yang akan memperbaiki pipa gas yang bocor tersebut adalah dua belah pihak yaitu PT Pertagas dan kontraktor yang melaksanakan pembangunan drainase di bawah Dinas PUPR Kota Jambi.

"Itu pertagas dan kontraktor pengawas dan konsultan Dinas PUPR sudah turun dan mengecek kondisi di lapangan. Merekalah yang nantinya akan memperbaiki pipa gas yang bocor tersebut. Sebab untuk anggarannya sendiri memang tidak ada. Maka yang bertanggung jawab adalah kedua belah pihak yaitu PT Pertagas dan kontraktor,"ujarnya.

Budidaya mengatakan hingga saat ini memang ada dua opsi yang harus dipilih. Apakah menggunakan jaringan yang lama, namun dengan cara membongkar drainase yang sudah di cor atau membuka jaringan baru namun ada beberapa pelanggan yang tidak dapat menikmati layanan City Gas lagi. "Dua opsi ini sekarang sedang ditelaah mana yang lebih baik kita keputusannya. Kita serahkan kepada mereka. Intinya kita ingin agar masyarakat tidak mengalami kerugian," katanya.

Sementara itu, Ratna Dumila, Stakeholders Relation Pertagas Niaga menyebutkan bahwa  pihaknya sudah duduk bersama pemerintah kota Jambi.  Hal ini terkait perbaikan jalur pertagas. 

"Rencananya sudah mulai melakukan perbaikan sekitar tiga hari kedepan,  ini harus dipetakan terlebih dahulu  mana saja jalur yang bocor," ujarnya.

 Ia menargetkan sebelum bulan suci Ramadhan perbaikan sudah selesai dilakukan. "Kita targetkan perbaikan ini sebelum puasa sudah selesai, tapi kita juga tidak bisa tergesa-gesa Karena tidak bisa dalam hitungan hari kebocoran ini dapat terdeteksi," katanya.

 Ratna berharap agar ke depan baik pemerintah kota Jambi maupun pemerintah provinsi Jambi yang akan

 melakukan pembangunan atau kalian dapat melakukan koordinasi terlebih dahulu.  Karena saat ini sudah ada jaringan pertagas.

Menurutnya  untuk kerugian ini pihaknya belum mengetahui siapa yang akan menanggung biaya perbaikan. Namun ini juga tidak bisa berlarut, karena  menyangkut dengan kepentingan warga.

 Sementara itu, ketua komisi III DPRD kota Jambi Junaidi Singarimbun  berharap agar perbaikan ini segera dilakukan baik oleh dinas terkait maupun pihak BUMN. "Tadi sudah koordinasi, dalam tiga hari kedepan kita lihat perbaikan  seperti apa yang dilakukan," ujarnya. (Yen)