Sabtu, 05 Mei 2018 - 09:44:39 WIB
Harga Ayam Potong di Jambi Melambung Tinggi
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 161 kali

Mediajambi.com - Harga daging ayam ras (potong-red) di beberapa pasar tradisional di Kota Jambi melambung tinggi. Rata-rata pedagang pengecer menjual berkisar 45 ribu/kg. Bahkan jika memilih daging bagian dada mencapai Rp50 ribu/kg.

Naiknya harga daging ayam potong ini disebabkan tingginya permintaan konsumen menjelang bulan puasa. Selain itu pasokan dalam beberapa minggu belakangan ini juga berkurang. “Banyak yang orang yang mau sedekahan menjelang puasa. Bahkan banyak konsumen yang tidak kebagian, karena stok sangat sedikit,” ujar Budihartono (38) pedagang ayam di Pasar Simpang Pulai, Sabtu pagi (5/5/2018).

Menurutnya harga daging ayam dalam beberapa minggu ini mengalami naik. Jika kemarin pedagang menjual dengan harga Rp38-40 ribu/Kg. “Hari ini mencapai Rp45 ribu/kg,” ucapnya.

Dia juga tidak tahu apa penyebab berkurangannya pasokan dari agen. Pedagang menjual ayam ayam sesuai dengan harga agen, jika agen menjual dengan harga tinggi pedagang pengecer pun menjual dengan harga tinggi. Bahkan kata dia umumnya pedagang pengecer tidak berani membeli stok lebih banyak, karena takut mengalami kerugian. “Pedagang membeli sesuai dengan permintaan konsumen dan tidak berani melebihi stok,” ucapnya.

Meilin Indah (26) ibu rumah tangga kaget sesampai di pasar, karena tidak menyangka harga daging ayam mencapai Rp45 ribu/kg. “Biasanya paling tinggi Rp38 ribu/kg. Eh pagi ini kok naiknya sangat tajam. Bahkan belum pernah selama ini harga ayam mencapai segitu,” ungkapnya.

Biasanya menjelang lebaran juga paling tinggi Rp40 ribu/kg. “Jangan-jangan ada monopoli harga yang dilakukan agen dengan menahan stok, sehingga pasokan menipis dan harga melambung. Apalagi saat ini umat Islam banyak yang melakukan sedekahan menyambut puasa Ramadhan serta sebagian ada yang melakukan pesta perwakinan,” ujarnya.

Naiknya harga daging ayam ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Jika tidak menurutnya masyarakat akan panik dan melakukan aksi beli, karena takut tidak kebagian barang.(mas)