Selasa, 08 Mei 2018 - 10:21:57 WIB
Disperindag dan Peternakan Kota Lakukan Sidak Harga
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 102 kali

Mediajambi.com- - Setelah tiga hari terakhir harga ayam melonjak hingga ke angka Rp 50 Ribu.  Disperindag Kota Jambi bersama dinas Perternakan kota Jambi meninjau pasar Angso duo untuk meninjau harga ayam, Senin (7/5).

Dari pantauan  harga ayam Dipasar Angso duo yang dijual oleh agen Rp 30  Ribu perkilogramnya. Sementara pengecer menjual sekitar Rp 40 Ribu hingga Rp. 45 Ribu.

"Kalau yang kita jual kan masih hitungan satu ayam yang belum dipotong, sementara untuk yang dijual oleh pengecer sudah dibersihkan dipotong kaki dan kepala ayam. Kalau pengecer menjual harga Rp 40 Ribu mungkin hanya mendapat untung Rp 2 Ribu perkilonya," katanya Lia agen ayam.

Lia mengatakan bahwa beberapa hari terakhir pasokan ayam dari tempat biasa memang sedikit. Karena menurutnya ada sedikit permasalahan dalam pemasokan ayam, yakni masalahnya ayam yang diternak oleh peternak ayam.

"Kalau kata peternak yang biasa tempat kami mengambil ayam, ayam itu ada permasalahan antibiotik, sehingga ayam tidak bisa tumbuh sebagaimana mestinya. Sehingga menyebabkan ayam tersebut tetap kerdil dalam waktu beberapa bulan setelah diternak," katanya.

Bahkan menurutnya beberapa hari terkahir, para agen mengambil ayam hingga ke sungai lilin Palembang dan Muara Bulian. "Kalau biasanya kita mengambil ayam hanya didaerah Jambi," katanya.

Meskipun sudah mengambil dari luar kota namun tetap menjual dengan harga Rp 30 Ribu sampai dengan Rp 30.500.  "Ini untuk harga agen, kalau di pengecer bisa sampai 40 Ribu. Itu saja kalau dijual 40 Ribu pengecer hanya mendapat untung Rp 2 Ribu," ujarnya.

Sementara itu, Syahril pedagang ayam eceran mengatakan bahwa saat ini ia menjual ayam hingga 45 Ribu perkilonya. "Karena mengambil di agen saja sudah mahal, darimana lagi kita mau ambil untung," katanya.

 Akibat pasokan ayam yang sedikit, karena banyak peternak di Jambi yang ternaknya mengalami permasalahan antibiotik. Sehingga menyebabkan ayam tidak mau membesar dan kerdil.

Maulia seorang agen ayam mengatakan bahwa biasanya setiap hari pihaknya mendapat pasokan ayam hingga mencapai 5 ton perhari dengan jumlah sekitar 4 ribu ayam. Sementara menjelang puasa saat ini pihak agen hanya mendapat pasokan ayam sebanyak  1000 ekor atau setara dengan1,5 Ton.

"Sudah  ayam sedikit mencari ayam juga susah dan harganya mahal pula," katanya.

Ia menyebutkan bahwa kalaupun ayam diambil dari luar kota harga masih berkisar diangka 19 Ribu. "Namun saat ini kita ambil di agen besar Mencapai 26 Ribu perkilonya," ujarnya.

Menurutnya berdasarkan informasi dari peternak ayam, jika tidak ada antisipasi dan bantuan antibiotik yang dapat membesarkan ayam. maka diperkirakan ayam akan tetap kerdil saat pertengahan puasa dan Lebaran.

"Kalau menurut perkiraan stok ayam akan kosong saat pertengahan puasa dan lebaran," ujarnya.

Komari, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Jambi menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari pertanian ada perubahan antibiotik yang selama ini dipakai  untuk ternak ayam. Sehingga menyebabkan  banyak ayam yang tidak mau membesar alias kerdil.

"Jadi banyak ayam yang mati bahkan mengalami keterlambatan panen, akibat antibiotik yang lama tidak bisa dipakai lagi," kata Komari saat meninjau harga ayam Dipasar Angso Duo.

Akibat hal tersebut, banyak agen yang harus mengambil ayam dari luar kota. Menurutnya  jika harga di agen hanya 20 Ribu ini harganya mencapai 30.500  perkilonya. "Kalau di pengecer dijual hingga 40 Ribu karena ayam tersebut sudah dibersihkan mulai dari kepala, usus, dan kaki. Paling hanya untung Rp 2 Ribu," katanya.

Dari pantauan harga ayam potong di pengecer Rp 40-45 Ribu perkilonya, sementara untuk ayam ras Rp 50 Ribu perekornya, satu ekor rerata dengan berat 1,8 Kilogram, Sementa untuk ayam kampung Rp 45 Ribu perkilonya rerata dengan berat 1-2 Kilogram.

Sementara untuk Menanggapi keterangan bahwa menjelang pertengahan puasa ayam diperkirakan akan kosong. Komari mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi.