Sabtu, 12 Mei 2018 - 13:34:28 WIB
100 Pelaku Ekraf Ikuti Latihan Manajemen
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Usaha - Dibaca: 2 kali

Mediajambi.com- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meningkatkan kapasitasbpelaku usaha ekonomi kreatif (Ekraf) dengan memberikan pelatihan manajemen keuangan. Bekraf memfasilitasi 100 pelaku usaha Ekraf Jambi mengikuti Kelaa Keuangan Usaha Ekonomi Kreatif di Hotel Aston Jambi,Sabtu (12/5).

Anggota Komisi X DPR RI,Sutan Adil Hendra, memghadiri acara untuk memberikan sambutan sekaligus menyampaikan peran sektor ekraf dalam pembangunan ekonomi. Bekraf mengundang praktisi keuangan, Ahmad Gozali; perbankan konvensional yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) dan Owner Radja Cendol (Randol), Danu Sofwan pada Kelas Keuangan Jambi ini.

Deputi Akses Pemodalan Bekraf,Fadjar Hutomo, yang membuka acara ink menuturkan, " Bekraf ingin pelaku ekraf naik kelas dengan memiliki laporan keuangana yang bankable. Dengan demikian, akses permodalan perbankan terbuka lebar untuk mereka. Sehinggaereka bisa mengembangkan bisnis mereka dengan bantuan permodalan perbankan."

Praktisi keuangan, Ahmad Gozali, mengajari pelaku ekraf mengatur keuangan mereka. Gozali mennjelaskan bahwa keuangan bisnis dan keuangan pribadi harus dipisahkan. Ia mennyarankan biaya cadangan bisnis untuk pengembangan bisnis dan biaya cadangan pribadi untuk pengeluaran tak terduga.

Gozali melengkapi pelatihan manajemen keuangan ini dengan praktek langsung pembuatan laporan keuangan sederhana. Laporan keuangan ini bisa juga digunakan untuk mengakses pembiayaan perbankan. Sedangkan analisa laporan keuangan bisa digunakan pelaku usaha ekraf untuk evaluasi bisnis dan mengatur strategi bisnis mereka.

Perwakilan perbankan konvensional,BNI, menjelaskan produk pembiayaan perbankan konvensional dan cara mengaksesnya. Sehingga, pelaku ekraf memiliki pengetahuan terkait pembiayaan perbankan sebagai alternatif pembiayaan yang bisa mereka dapatkan untuk ekspansi usaha.

Owner Radja Cendol (Randol), Danu Sofwan menceritakan perjalanan bisnis miliknya. Usaha yang didirikannya sejak 2014 tersebut telah memiliki lebih dari 700 outlet di seluruh Indonesia. Diharapkan pelaku ekraf Jambi memperoleh wawasan cara menghadapi tantangan dalam menjalankan usaha.

Danu mengakui bahwa sosial media berperan penting pada marketing usaha miliknya. Bahkan ia pernah menggunakan sosail media untuk menarik minat masyarakat dan mengenalkan produknya ke masyarakat luas. Para netizen diminta menjawab pertanyaan apa yang akan mereka lakukan jika menjadi pemilik Randol. Antusias masyarakat pun terlihat dari jawaban yang beraneka ragam. (Yen)