Kamis, 17 Mei 2018 - 08:03:06 WIB
450 Pedagang Siap Berjualan di Pasar Bedug Milik Pemerintah
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 2 kali

Mediajambi.com- -Sebanyak 450an pedagang sudah terdaftar untuk berjualan di pasar bedug yang dikelola oleh pemerintah Kota Jambi yakni yang berada di Jalan Mr As’ad samping Saimen pasar dan disamping eks taman anak anak pasar Jambi. Namun hampir disetiap kecamatan di Kota Jambi juga pasar bedug yang dikelola swasta dan warga.

Disampaikan oleh Komari, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi bahwa saat ini sudah terdaftar sebanyak 450an pedagang yang akan berjualan dipasar bedug. Terdiri dari 100an pedagang yang akan berjualan di Jalan Mr As’ad yakni berjualan kuliner seperti makanan, minuman dan lainnya. Selebihnya sekitar 300an pedagang berjualan pakaian yang ada di eks taman kanak kanak.

“Pasar bedug yang dikelola Pemerintah hanya ada dua. Sementara yang lainnya akan dikelola oleh kecamatan masing-masing dan dikelola oleh swasta. Jumlah pedagang pasar bedug yang dikelola Pemkot sekitar 450an. Jumlah ini masih akan bertambah, sebab pendaftaran masih dibuka jika masih ada pedagang yang ingin berjualan. Namun ada juga pasar bedug yang dikelola oleh para pemuda yang ada dikawasan Pasar Kota Jambi,” jelasnya.

Dijelaskan oleh Komari bahwa para pedagang dikenakan biaya retribusi. Biaya tersebut hanya dibayar sekali selama satu bulan penuh. Jumlahnya Rp 161 ribu untuk masing masing pedagang. Terdiri dari Rp 100 ribu untuk retribusi pasar, Rp 51ribu untuk biaya kebersihan dan Rp 10ribu untuk biaya parkir.

“Keseluruhannya sebanyak Rp 161ribu yang dibayar pedagang. Namun untuk biaya tenda dan listrik itu lain lagi. Itu dibayarnya langsung kepada orang yang bersangkutan diluar kita,”ujarnya.

Begitu juga untuk pasar bedug yang dikelola oleh swasta dimasing masing Kecamatan. Untuk pembayaran langsung oleh pihak swasta kepada pemerintah. Namun jumlahnya berbeda beda setiap pasar.

“Tergantung banyaknya pedagang yang berjualan disana. Semakin banyak pedagang, maka retribusi yang harus dibayar semakin besar juga," ujarnya.

Saat ini untuk pasar yang dikelola swasta atau masyarakat belum bisa kita tentukan besarannya. Sebab,jumlah pedagangnya masih akan terus bertambah. Nanti pembayarannya setelah sekitar satu minggu berjalan. Belajar dari tahun lalu, rata rata untuk satu pasar bedug berkisar Rp 750ribu.

“Untuk yang swasta, mereka yang meminta retribusi kepada masing masing pedagang. Lalu setelah terkumpul, barulah koordinator pasar bedugnya yang menyerahkan retribusinya ke kita,” katanya.(yen)