Sabtu, 26 Mei 2018 - 09:27:30 WIB
Pemkot Jambi Kembali Raih Penghargaan dari Presiden
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 54 kali

Mediajambi.com- Masyarakat Kota Jambi kembali mendapat kado istimewa di Hari jadi ke-617 Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi dan HUT ke 72 Pemkot Jambi. Kota Jambi kembali meraih penghargaan ditingkat nasional, yaitu Universal Health Coverage (UHC) dari Presiden RI Joko Widodo.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, mewakili Presiden RI Jokowi, kepada Pj Wali Kota Jambi Ir. M. Fauzi, MT, bertempat di Hotel Grand Mercure Jakarta (23/5).
Yang paling membanggakan dan patut disyukuri adalah Kota Jambi merupakan satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Jambi yang menerima penghargaan dari Presiden Jokowi tersebut. Hanya 28 Pemerintah Kota, 92 Kabupaten dan 4 Pemerintah Provinsi yang meraih penghargaan tersebut.
Penghargaan itu merupakan pengakuan dan apresiasi atas keberhasilan kinerja Kota Jambi dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai Program Strategis Nasional dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan cakupan semesta yang telah tercapai lebih awal pada tahun 2018, sebelumnya ditargetkan pada tahun 2019. Indikator keberhasilannya adalah Kota Jambi berhasil mencapai tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Jambi hingga 97%.
Prestasi gemilang ini bukanlah muncul dalam waktu sekejap. Keberhasilan ini adalah buah manis atas komitmen tinggi dan kepemimpinan yang telah diinisiasi dan dibangun oleh Wali Kota Jambi non aktif DR. H. Syarif Fasha, ME sejak awal kepemimpinannya.
"Setelah genap 4 tahun berkerjasama dan mengimplementasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kota Jambi, berdasarkan data yang bersumber dari BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi, pada tahun 2018 jumlah penduduk Kota Jambi yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sudah mencapai 609.620 jiwa.
Artinya jumlah masyarakat yang telah mengikuti Program JKN-KIS hampir mencapai 97% dari jumlah penduduk Kota Jambi, dengan kata lain masih terdapat sekitar 3% lagi masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS dan akan kita targetkan terpenuhi sesuai dengan harapan," sebut Ida Yuliati, Kadis Kesehatan Kota Jambi.
Tambahnya, komitmen dan kerja keras Wali Kota Jambi bersama jajaran Pemkot Jambi berbuah manis dengan telah dicapainya kepesertaan UHC diatas 90% diawal tahun 2018 ini.
"Inilah apresiasi dan penghargaan pemerintah pusat kepada Kota Jambi yang telah berhasil meraih angka 97%", tambahnya.
Pj Wali Kota Jambi Ir. M. Fauzi, MT seusai menerima penghargaan tersebut mengungkapkan bahwa penghargaan ini akan makin memotivasi kinerja Pemkot Jambi kedepannya di bidang pelayanan kesehatan.
"Sesuai arahan Bapak Presiden di Istana Negara tadi, beliau berharap layanan kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat makin meningkat kedepannya. Masyarakat harus terus sehat. Kedepannya kita akan meningkatkan lagi pelayanan kesehatan dan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Jambi. Tentu saja harus didukung oleh seluruh pihak," ujarnya.
Sebelumnya dalam sambutannya, Direktur Utama BPJS Kesehatan RI, Fachmi Idris mengemukakan kegiatan Penghargaan UHC JKN-KIS 2018 dapat menularkan semangat menuju cakupan kesehatan semesta untuk negeri tercinta ini kepada Pemerintah Daerah lainnya untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan senantiasa menjaga keberlangsungan kepesertaan Program JKN-KIS serta mendukung terciptanya masyarakat Indonesia yang madani dan berkeadilan sosial.
Di samping itu, upaya ini merupakan wujud sikap gotong royong yang harus kita pupuk dan pertahankan karena merupakan falsafah kehidupan berbangsa Indonesia.
“Pemimpin terbaik yang saat ini dipilih oleh rakyat, Bapak Gubernur serta Bapak/Ibu Bupati dan Walikota, pasti akan memberikan yang terbaik kepada rakyatnya, termasuk dalam memberikan jaminan dan pelayanan kesehatan di daerah masing-masing. Kami harapkan apa yang Bapak/Ibu lakukan, juga dapat ditiru oleh seluruh pimpinan di negeri ini, sehingga apa yang dicita-citakan oleh bangsa ini yaitu kesejahteraan yang berkeadlian melalui salah satunya Program JKN-KIS dapat segera terwujud,” ujar Fachmi.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi Dyah Miryanti pun menyampaikan apresiasinya atas capaian keberhasilan Kota Jambi.
"Kami sangat mengapresiasi capaian kota jambi atas cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan pada tahun 2018 sudah melampaui 95 % , semoga menginspirasi seluruh kota kabupaten yang ada di provinsi Jambi. Selamat sekali lagi bagi kota Jambi yang telah sukses mencapai cakupan UHC di tahun 2018 mengawali target tahun 2019," pungkasnya.
Penghargaan ini juga sekaligus mencatat pundi-pundi penghargaan bidang kesehatan yang sebelumnya telah diraih Pemerintah Kota Jambi.
Seperti diketahui, sebelumnya Wali Kota Jambi juga berhasil meraih anugerah Ksatria Bhakti Husada dan penghargaan Inovasi TOP 25 dengan inovasi Klinik Lansia Puskesmas Putri Ayu pada 2015 lalu dan yang paling anyar Penghargaan Swasti Saba Padapa, penghargaan bergengsi bidang kesehatan itu, sekaligus menempatkan Kota Jambi sebagai 6 besar dari 174 nominasi Kota Sehat se-Indonesia.
Pemkot Jambi memang dikenal berprestasi dan memiliki segudang inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan dasar kesehatan masyarakat. Tercatat sejak diawal kepemimpinan Wali Kota Non Aktif Syarif Fasha, telah melahirkan berbagai inovasi popoler di dunia kesehatan bagi masyarakat Kota Jambi.
Diantaranya, pertanggungan pembayaran premi Jamkesda (kini JKN-KIS) bagi masyarakat miskin Kota Jambi, pendelegasian kewenangan bagi Ketua RT untuk menerbitkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) untuk berobat gratis bagi masyarakat tidak mampu di puskesmas dan RSUD H. Abdul Manap, layanan darurat call center 119 yang terintegrasi dengan layanan home care, revitalisasi sarana prasarana Puskesmas, pembangunan RS Abdurrahman Sayoeti dan bantuan biaya rujukan berobat bagi masyarakat tidak mampu keluar daerah Jambi.
Kolaborasi dengan BPJS Kesehatan pun telah terbangun dengan baik selama ini, diantaranya inovasi pengintegrasian pelayanan BPJS Kesehatan dengan Pelayanan PATEN (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan) yang ada di seluruh Kantor Camat di Kota Jambi.
Inovasi yang baru pertama kalinya ada di Indonesia ini, memiliki konsep untuk makin mendekatkan dan memudahkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Melalui pengintegrasian pelayanan tersebut, masyarakat yang tersebar diseluruh kecamatan dalam Kota Jambi tidak perlu lagi direpotkan dengan jauhnya jarak dan waktu antrian yang lama jika hanya ingin mengurus pendaftaran JKN-KIS di Kantor Pusat BPJS Kesehatan.
Masyarakat cukup mendatangi loket pelayanan PATEN yang ada diseluruh kantor camat terdekat di masing-masing wilayah kecamatan dalam Kota Jambi. Selain pelayanan adminstrasi kependudukan, perizinan, pajak dan lainnya, loket pelayanan BPJS Kesehatan pun telah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat kecamatan. (Hms/yen)