Kamis, 31 Mei 2018 - 10:09:45 WIB
Budidaya, Masyarakat Jangan Buang Sampah Rumah Tangga di Sungai
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 45 kali

Mediajambi.com -  Tumpukan sampah di pintu air Sungai Tembuku ditenggarai sebagai salah satu penyebab banjir di Kota Jambi. Sebab sungai tersebut terhubung dengan beberapa saluran yang ada di kawasan Jambi Timur dan Pasar Kota Jambi.

"Hari ini kita lihat langsung kondisinya memang penuh sampah sehingga aliran airnya tidak lancar," kata Sekretaris Daerah Kota Jambi Budidaya, saat meninjau pintu air Sungai Tembuku, Rabu, (30/5).

Budidaya mengatakan bahwa akibat tumpukan sampah tersebut menyebabkan aliran air tidak lancar. Sehingga saluran saluran yang terkoneksi di dalam sungai tersebut menjadi terhambat. "Makanya di kawasan hulunya sering terjadi banjir," ujarnya.

Dia berharap kedepan masyarakat dapat berperilaku Arif dan bijak, terutama dalam hal membuang sampah. Kata dia, sampah-sampah hasil rumah tangga hendaknya dibuang ke tempat sampah. Sehingga nantinya dapat diangkut oleh petugas ke TPA. "Jangan dibuang ke saluran atau ke sungai, dampaknya besar sekali terutama saat musim penghujan bisa menyebabkan banjir," tambahnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Jambi Fatri Suandri mengatakan bahwa saluran Sungai Tembuku tersebut merupakan pengatur aliran air dari hulu dan hilir.

"Kalau hulunya banjir pintu air ini bisa dibuka sehingga airnya mengalir ke sungai Batanghari. Begitu juga sebaliknya jika Sungai Batanghari meluap pintu ini bisa kita buka dan airnya bisa mengalir ke sini, jadi bisa mengatur untuk dua arah," ujarnya.

Melihat tumpukan sampah tersebut, pihaknya akan mengerahkan petugas kebersihan untuk mengangkat sampah tersebut secara manual. Sampah-sampah tersebut nantinya akan dibuang ke TPA Talang Gulo. "Kita belum bisa hitung berapa jumlah sampahnya, tapi yang jelas banyak sampah rumah tangga seperti plastik, sterofom dan lain-lain," ujarnya.

Sementara itu, Pramoedya, Kepala SNPT PJSA BWSS VI mengatakan bahwa pintu air tersebut dibangun dengan anggaran Rp28 miliar. Berdasarkan kontrak, bangunan tersebut akan diserahkan untuk pemerintah Kota Jambi pada bulan Juni. Sehingga diperkirakan bulan Juli proyek tersebut sudah bisa dioperasikan secara maksimal.

Kata dia, pintu air tersebut dilengkapi dengan alat pengangkat sampah. Namun alat tersebut di desain untuk mengangkat sampah organik. Namun kenyataannya di pintu air tersebut banyak terdapat sampah anorganik yang berasal dari limbah rumah tangga. "Bisa dikatakan 90 persen sampah di sini adalah sampah rumah tangga," katanya.

Berdasarkan pengalamannya, dalam 1 minggu dapat mengangkat sampah sebanyak 15 truk dari Sungai Tembuku. "Satu minggu kemudian penuh lagi," katanya.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar sampah rumah tangga jangan dibuang ke sungai. Hal ini dapat mengakibatkan penyumbatan pada sistem aliran. Jika hal itu terjadi maka dapat menyebabkan terjadinya banjir di beberapa kawasan di Kota Jambi.

"Kita selalu kerjasama dengan Pemkot untuk pengangkutan juga kita menggunakan armada dari Pemkot, dan sampah dibuang ke TPA Talang Gulo," katanya. (yen)