Minggu, 03 Juni 2018 - 08:30:28 WIB
Plt. Gubernur Jambi Maknai Nuzulul Qur'an Perintah Pendidikan
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Jambi Tuntas 2021 - Dibaca: 42 kali

Mediajambi.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi H. Fachrori Umar, menjelaskan peringatan Nuzulul Qur'an 1439 Hijriyah/2018 Masehi mengandung makna pendidikan bagi umat manusia berdasarkan ayat pertama yang diturunkan, Jum'at (1/6/18) malam.

 "Pendidikan yang menjadi perhatian dalam memaknai peringatan ini," ungkap Plt. Gubernur Jambi. 

 Al Quran merupakan kitab suci  yang menjadi pedoman hidup bagi muslim yang telah diturunkan ribuan tahun yang lalu kepada Nabi Muhammad SAW, Nuzulul Qur'an merupakan peristiwa memperingati turunnya Al Qur'an yang diadakan setiap bulan Ramadhan di Masjid Agung Al Falah Jambi.

 "Masjid Al Falah ini sangat menyenangkan banyak jamaah yang sengaja datang kesini," kata Plt. Gubernur Jambi.

 Perintah membaca merupakan ayat pertama yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Rasulullah yang kemudian dilanjutkan dengan ayat yang lain pada waktu yang berbeda hingga Al Qur'an sempurna pada 30 Juz.

 Ustadz Dr. H. Abdul Latif, MA,  dalam menyampaikan tausiyah terkait dengan Nuzulul Qur'an mengandung arti turunnya Al Qur'an dari Baitul Izzah kelangit dunia kemudian turun untuk disampaikan kepada  Nabi Muhammad SAW,"Urgensi ilmu pengetahuan, perintah "membaca" merupakan isyarat terkait dengan kehidupan intelektual manusia sebagai khalifah dibumi, merenungi memperhatikan dan aplikasi pada kehidupan nyata," ungkap Ustadz H. Abdul Latif.

 Turunnya Al Qur'an memiliki makna besar bagi kehidupan muslim dimana agenda utama Nabi Muhammad SAW mempersiapkan umat manusia saat itu bangsa arab dengan istilah mereka yang tertidur sekian lama untuk cinta ilmu pengetahuan akan membawa kemajuan menuju peradaban yang tanpa nilai spiritual akan hampa,"Iqro merupakan  perpaduan intelektual dan spriritual,"jelas Ustadz H. Abdul Latif.

 Peringatan Nuzulul Qur'an juga dibarengi dengan pemberian Zakat dari Baznas kepada mustahik atau orang yang berhak menerima kepada Maliki yang mewakili Fakir Miskin, Rahmawati dari Muallaf, Yatim Piatu diwakili oleh Winda Amalia, untuk Fisalillah diterima oleh M. Ridwan. (mas).