Kamis, 21 Juni 2018 - 15:42:44 WIB
Harga Gas Tiga Kilogram Naik Rp2.000/Tabung
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 87 kali

Mediajambi.com - Harga gas elfiji tiga kilogram bakal naik Rp2.000/tabung dari Rp16.000 menjadi Rp18.000/tabung untuk Kota Jambi. Hal ini diungkapkan Sekda Provinsi Jambi HM Dianto usai sidak hari pertama masuk kerja setelah liburan Idul Fitri 1439 hijriah, Kamis 21 Juni 2018.

Menurutnya, setelah empat tahun berpatokan pada Harga Eceran Tertinggi (HET), dalam waktu dekat HET gas elpiji bersubsidi 3 kg akan segera naik. Ini ditetapkan melalui SK Gubernur Jambi dengan nilai HET di setiap daerah berbeda-beda, tergantung radiusnya dengan SPBE.

Kondisi saat ini, HET di Provinsi Jambi berkisar mulai dari Rp 16 ribu hingga Rp 19 ribu. Namun di lapangan, masyarakat tetap saja membeli gas 3 kg dengan harga antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Apalagi keberadaan gas 3 kg ini sering kali susah ditemui dipasaran.

Ditanyakan urgensi menaikkan harga gas ini, Dianto mengatakan sudah empat tahun HET ini berada di angka yang sama. Dengan kondisi ekonomi, inflasi serta kenaikan bahan-bahan pokok di pasaran, sudah sewajarnya HET gas 3 kg naik. “Pedagang tentu juga tidak mau, sudah empat tahun mereka menjual dengan harga yang sama. Sementara kondisi inflasi sudah berubah,” katanya. Rapat tersebut juga dihadiri oleh Hiswana Migas Provinsi Jambi. Dianto mengatakan, harga bisa saja dinaikkan asalkan ada kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap distribusi dan penjualan gas bersibsidi ini. Harga naik, asalkan masyarakat tidak susah menemukan gas di lapangan.

“Sudah ada lima kabupaten/kota yang mengajukan kenaikan harga. Kami syaratkan, harga bisa naik tapi harus ada jaminan gas tidak langka di pasaran. Kemudian, Hiswana Migas juga harus tegas. Kalau seandainya agen atau pengecer menjual di atas HET, maka harus ada tindakan tegas. Hiswana bisa mencabut izinnya. Harga yang dipatok di pasaran, jangan liar seperti sekarang,” katanya.

Dia mengatakan, Hiswana Migas harus bisa mencerahkan pengecer dan agen untuk taat pada HET yang ditetapkan nanti. Kemudian, tidak semua orang juga bisa membeli gas 3 kg. Pemberlakuan kartu kendali gas 3 kg harus dilaksanakan agar hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membeli gas 3 kg ini.

Kenaikan ini menurutnya juga akan dibatasi. Biro Ekonomi akan mengajak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas berapa harga yang layak saat ini. “Makanya nanti saya serahkan ke Karo ekonomi. Kapan dan berapa layaknya kita naikkan harga, kemudian ditetapkan dalam SK Gubernur. Karena ini harus disampaikan dulu ke Plt Gubernur Jambi untuk ditetapkan jadi SK,” paparnya.

Kepala Biro Ekonomi dan SDA Provinsi Jambi, Muktamar Hamdi mengatakan, untuk HET di Provinsi Jambi saat ini mulai dari Rp 16 ribu hingga Rp 19 ribu. Di mana, untuk Kota Jambi, Muarabungo dan Bangko ditetapkan HET senilai Rp 16 ribu. Sementara di Muarabulian, Sengeti, Muaratebo dan Sarolangun senilai Rp 17 ribu. Kemudian di Kualatungkal dan Muarasabak Rp 18.000 serta di Kerinci dan Sungaipenuh Rp 19 ribu.

“HET ini berdasarkan dengan radius dengan SPBE terdekat. SPBE di Jambi ada empat, yaitu di Muarojambi, Batanghari, Kota Jambi dan Bungo,” tandasnya.

 

Zainul Arfan, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jambi menilai, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menaikkan harga gas bersubsidi. Apalagi dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Sebab, dalam waktu satu bulan lagi masyarakat harus memenuhi kebutuhan pokok di bulan puasa, kemudian dilanjutkan dengan lebaran.

“Mau puasa, mau lebaran, pasti kebutuhan banyak. Jangan dulu lah dinaikkan, pemerintah harus tinjau ulang rencana kenaikan itu,” katanya. Ditambah lagi, lanjutnya, dengan HET yang sekarang, harga jual di pasaran yang sebenarnya jauh lebih tinggi. Pemerintah menurutnya juga harus mengawasi secara ketat bagaimana mekanisme penjualan di lapangan. “Ini tugas pemerintah untuk menindak tegas, harga mahal, langka pula di pasaran,” tandasnya. (mas)