Rabu, 04 Juli 2018 - 08:53:59 WIB
Pemilik Ikan Alligator Minta Konpensasi Bila Diserahkan ke BKIPM
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Ragam - Dibaca: 177 kali

Mediajambi.com- Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Provinsi Jambi menemukan satu ekor ikan berbahaya (invasif), yakni jenis Alligator (atractosteus spp) di salah satu pedagang ikan hias di kawasan Simpang Kawat, Kota Jambi, Selasa (3/7/2018).

Selain menemukan ikan Alligator yang cukup besar, petugas juga menemukan sejumlah ikan Alligator yang masih kecil.

Kepada pemilik ikan hias yang bernama Leo, Kepala BKIPM Provinsi Jambi Ade Samsuddin, saat ini petugas hanya melakukan sosialisasi tentang adanya tiga jenis ikan berbahaya, yakni Arapaima (Arapaima Gigas), Piranha (Pygocenttrus Natteren) dan Aliigator (Atractosteus Spp).

Dia juga mengimbau kepada pedagang ikan hias, komunitas dan pemilik ikan hias agar menyerahkannya kepada petugas. “Kami menunggu hingga tanggal 31 Juli mendatang. Saat ini kita lakukan secara persuasif,” tandasnya.

Minta Konpensasi

Sementara, Leo pemilik ikan hias mengaku tidak tahu bahwa ikan Alligator yang dipelihara dan dijualnya dilarang pemerintah.

“Saya tahunnya dari medsos. Tahu sendirilah terkadang berita di medsos sering hoax,” tukasnya.

Diakuinya, ada larangan memelihara dan menjual ikan berbahaya baru dari pihak BKIM tadilah yang baru melakukan sosialisasi.

Namun demikian, apa yang menjadi imbauan pihak BKIPM Provinsi Jambi untuk menyerahkannya masih menjadi pertimbangan. “Saya jadi bingung ini, pasalnya saya memeliharanya sejak kecil. Yang besar ini sudah berusia 3 tahun,” terangnya.

Dia bilang, bila ada konpensasinya bolehlah. “Ini saja, ada yang mau beli lebih satu juta rupiah. Tidak saya kasih. Kalau yang kecil itu harganya Rp45 ribu per ekor,” tutur Leo. (yen)