Selasa, 04 September 2018 - 08:47:52 WIB
Komisi III DPRD Kota Sidak Intek PDAM Jambi
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 74 kali

Mediajambi.com- Komisi III DPRD Kota Jambi kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke intake milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi, di kawasan Pulau Pandan, sidak ini dilakukan untuk melihat intek yang terpasang tetap bekerja pada musim kemarau. Jum’at(31/8)

Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi III Junedi Singarimbun, dan diikuti sejumlah anggota komisi III lainnya, Sidak  sendiri dilakukan untuk melihat kinerja intek pada saat musim kemarau sehingga diharapkan intek tetap bekerja dengan baik agar Penyaluran air PDAM kepada masyarakat tidak terganggu.

Sebelumya DPRD Kota Jambi telah menyarankan agar intek dibangun  dengan dalam 10 meter kearah sungai dengan tujuan ketika musim kemarau intek masih dapat teraliri air.

Dari Sidak yang dilakukan, Junedi mengatakan pihaknya bahwa posisi intek saat ini tergantung dan tidak terrendam air, dewan sangat menyayangkan intek yang dibangun menggunakan APBN  tahun 2012 melalui program BWSS menghabiskan dana mencapai Rp.30 Milyar.

“Pada tahun kemaren kita sudah melihat bagaimana cara kerja intake,tadi sudah kita saksikan posisi mesin kita sudah menggantung  sebagian sudah tidak terendam,”ujarnya

Junedi Singarimbun juga mengatakan bahwa posisi mesin saat ini sudah turun beberapa cm, jika mesin sudah turun 140 cm maka mesin harus di offkan.

“Kita berharap kaluau posisi seperti ini kemarau tidak berlanjut panjang, Kalau posisi mesin sudah turun 140cm mesin harus off, ini juga kalau kami lihat bahwa di posisi sekarang mesin agak bekerja dengan paksa,”terangnya

Sementara Manager Tehnik PDAM Tirta Mayang, Sasli Rais mengatakan intake masih memungkinkan untuk diturunkan sepanjang 4 meter. saat ini pada PDAM dengan dana pemeliharaan akan menurunkan setinggi 2 meter agar intake dapat teraliri air.

“intek masih dapat diturunkan sejauh 4 meter, nanti kita akan turunkan kurang lebih 2 meter dengan menggunakan dana pemeliharaan yang kita punya, jadi masyarakat masih dapat teraliri air dengan baik,”terangnya

Lebih lanjut  Sasli Rais mengatakan Intake yang bergantung hanya mempengaruhi 10% dari total jam produksi PDAM selama sehari yakni kurang lebih 4 jam yang berlangsung pada sore hingga malam hari,”ujarnya (yen)