Selasa, 04 September 2018 - 11:08:50 WIB
HUT Pasar Modal ke 41 BEI Jambi Adakan Donor Darah
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Eko/Bisnis - Dibaca: 85 kali

Mediajambi.com - Menyambut peringatan ke 41 pasar modal Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi adakan donor darah. Donor darah ini diikuti mahasiswa, perbankan, asuransi dan sejumlah pendonor lainnya. Pelaksanaan donor darah ini merupakan bagian dari beberapa kegiatan yang dilakukan BEI Jambi.

“Selain donor darah juga akan memberi Corporate Social Responsibility (CSR) pendidikan dengan membagikan paket alat tulis kepada 141 anak sekolah dasar (SD) yang ada di Kota Jambi. Donor darah ini sebagai upaya membantu masyarakat yang membutukan darah melalui palang merah Indonesia,” ujar Kepala Perwakilan BEI Jambi Fasha Fauziah kepada sejumlah wartawan, Selasa 4 September 2018 di Kantor OJK Jambi.

Selain itu kata Fasha juga melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pasar modal kepada sejumlah mahasiswa yang hadir seperti mahasiswa Bisnis Islam (UIN) STS Jambi dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Unja.

Dijelaskannya Pasar Modal Indonesia mulai berkarya dalam menghadapi tantangan di era ekonomi digital saat ini. Kita mengusung thema Menuju Pasar Modal Modern di Era Ekonomi Digital. Perkembangan teknologi terkini yang kian pesat, memicu pertumbuhan Pasar Modal Indonesia agar dapat mendukung kebutuhan pasar yang ada. Sebagai salah satu pilar pendukung perekonomian nasional, SRO turut berpartisipasi dalam menyokong infrastruktur di bidang digital dan teknologi melalui perkembangan dan pemutakhiran sistem di sepanjang 2018. Masing-masing SRO telah menerapkan generasi terbaru sistem utama masing-masing yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan JATS Next-G, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dengan Enhancement Architecture e-CLEARS (EAE) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan The Central Depository and Book Entry Settlement System Next Generation (C-BEST Next-G). Penerapan teknologi tersebut dapat menjadi nilai tambah yang positif dalam peran ekonomi digital yang dijadikan prioritas Pemerintah RI.

 Melalui koordinasi dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI bersama dengan KPEI dan KSEI, Pasar Modal Indonesia diharapkan akan semakin efisien dari sisi sistem penunjang perdagangan efek yang terkini. Ke depannya, Pasar Modal Indonesia juga akan menjawab tantangan di era ekonomi digital saat ini dengan mengembangkan produk pasar modal yang lebih modern, semakin matang untuk bersaing baik dalam segi literasi Pasar Modal, menciptakan produk yang inovatif dan berkembang, maupun dalam menjalin kerja sama antar pemangku kepentingan (stakeholders), serta menerapkan tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).(mas)

 

Dari sisi nilai kapitalisasi, Pasar Modal Indonesia telah tumbuh sebanyak 2.52 juta kali, yakni pada tahun 1977 nilai kapitalisasi Pasar Modal Indonesia sebesar Rp2,73 miliar dan per 8 Agustus 2018, telah mencapai Rp6.870,7 triliun. Sementara itu, pada periode yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah tumbuh 6.119% dari 98 poin pada tahun 1977 menjadi 6.094.83 pada 8 Agustus 2018.