Rabu, 10 Oktober 2018 - 10:52:00 WIB
Isak Tangis Keluarga Korban Tsunami Donggala Tiba di Bandara Sultan Thaha
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 61 kali

Mediajambi.com- Suasana haru pecah di Bandara Sultan Thaha, Jambi, Selasa malam (9/10/2018) saat keluarga korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala pada Jumat pekan lalu tiba lokasi kedatangan (arrival) Bandara Sultan Thaha, Jambi.

Kepada sejumlah media, Salma mengaku bersyukur bisa tiba di tempat kelahirannya. “Alhamdulillah bisa sampai di Jambi dan bertemu keluarga,” katanya.
Diakuinya, saat kejadian gempa tersebut dia dan suaminya berada di luar rumah kontrakannya di Donggala.
Salama (45) salah satu warga Jambi yang selamat  dari musibah gempa dan tsunami donggala di Palu Sulawesi, sekitar pukul 21.55 wib, di bandara Sultan Thaha Jambi dengan pesawat Lion Air JT 606 dari Jakarta, Selasa (9/10) malam. Salama bersama suaminya Aspin dan kedua anaknya Rizky dan Rizka yang di dampingi juga oleh Hendro perwakilan dari Pemkot tiba di Jambi, 
Isak tangis haru terlihat ketika Salama keluar  dari pintu kedatangan bandara, Salama yang disambut langsung oleh paman dan saudara sepupu Salama serta perwakilan dari Pemkot Jambi Sekda Kota Jambi Ir Budidaya dan isteri yang ikut menjemput Salama di pintu kedatangan.

Salama warga Mendahara Tengah Kabupaten Tanjung Jabung Timur itu,telah empat tahun lebih tinggal di Palu Sulawesi, mengikuti suami yang asli warga Palu.
Dengan terisak- isak Salma mengatakan jika ia akan pulang kampung ke Mendahara Tengah dan tidak mau pulang le Palu lagi.
" Alhamdulillah saya bersama keluarga selamat dari musibah itu, ngeri benar kalau ingat kejadian itu, ia juga menceritakan bagaimana saat itu gempa akan datang, sekitar pukul 18.00 atau jam 6 sore saya mendengar suara gemuruh dari dalam tanah,saat itu saya dan suami sedang membereskan barang dagangan, lalu tidak lama itu ada gempa  saya dan suami lari keluar rumah, itu tanah di depan rumah  berbelah dua dan setelah itu tanahnya terkatub lagi, dengan membawa kedua anaknya kami dan warga lainnya ngungsi lari kebukit selama dua hari dua malam tidur dibukit," jelas Salama.
"Melalui anggota TNI AU terus saya berhasil menelpon keluarganya dan meminta tolong untuk bisa pulang ke Jambi,” ujar Salma.
Selanjutnya, melalui bantuan Pemerintah Kota Jambi, Salma dan Aspin beserta dua anaknya dibantu pulang ke Jambi.
Menurut Ahmad (48), warga Mendahara Tengah, Sabak, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi yang merupakan keluarganya merasa bersyukur bisa melihat Aspin, Salma dan dua putranya masih dalam keadaan hidup.
“Alhamdulillah mereka dalam keadaan selamat. Pasalnya sudah 4 tahun merantau ikut suaminya ne Donggala,” tuturnya.
Saat terjadi gempa dan tsunami tersebut, diakuinya, keluarga di Jambi lepas kontak dengan Salma. “Baru tiga hari baru ada kontak, hari Senin. Rencananya, kita inapkan dulu di Kota Jambi. Selain itu salah satu anaknya ada yang lagi sakit,” imbuhnya.
Selanjutnya, Salma juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Kota Jambi, terutama Walikota Jambi Syarif Fasha.
“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Pak Fasha yang telah membantu keberangkatan kami pulang ke Jambi,” katanya.
Padahal, tambahnya, tadi pagi masih terjadi gempa susulan di Donggala. Usai kembali di Jambi, rencananya tidak akan mau kembali lagi ke Donggala. “Saya masih trauma. Jadi tinggal di Jambi saja dengan suami dan anak-anak,” sambungnya.
Sementara Sekda Kota Jambi Budidaya dan Kabag Humas Kota Jambi Abu Bakar ikut terharu saat menyambut kedatangan satu keluarga asal Jambi yang selamat dari bencana alam tersebut.
“Pak Walikota Syarif Fasha dihubungi anggota TNI AU bahwa ada orang Jambi yang selamat dari tsunami di Donggala,” tukas Budi Daya.
Mengetahui itu, pihaknya berusaha mengontaknya agar bisa memulangkan ke Jambi. “Alhamdulillah malam ini, mereka bisa kembali dan bertemu keluarganya di Jambi,” tandasnya. (yen)