Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:30:44 WIB
Fachrori: Pelestarian Budaya Harus Terus Ditingkatkan
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Jambi Tuntas 2021 - Dibaca: 29 kali

 Mediajambi.com - Provinsi Jambi meraih pengakuan terhadap 9 budaya tak benda melalui Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Sertifikat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang diberikan oleh Dirjen Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Najamudin Ramli diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar, dalamApresiasi Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2018, bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (10/10) malam.

Kesembilan karya budaya yang telah ditetapkan dan diakui menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Provinsi Jambi tersebut yakni: 1.Kenduri Sko dari Kota Sungai Penuh, 2.Tari Rangguk Kumun dari Sungai Penuh, 3.Tari Iyo-iyo dari Sungai Penuh, 4.Lapaik Koto Dian Rawang dari Sungai Penuh, 5.Ntok Awo dari Sungai Penuh, 6.Tauh Lempur dari Kabupaten Kerinci, 7.Ngangoah Imo Pulau Tengah dari Kabupaten Kerinci, 8.Ompek Gonjie Limo Gonop (sastra lisan) dari Kabupaten Merangin, dan 9.Perkampungan Rumah Tuo Rantau Panjang dari Merangin.

Sebelum ditetapkan dan diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, karya budaya tersebut terlebih dahulu melalui tahapan administrasi, proses pendataan, dokumen, kajian akademis, verifikasi dari tim ahli, dan persidangan dihadapan 17 orang Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, yang terdiri dari para pakar dan profesor kebudayaan.

Tidak hanya diakui dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda Indobesia, salah satu karya budaya dari Provinsi Jambi yaitu Tari Rangguk Kumun dari Sungai Penuh juga ditampilkan dalam acara tersebut. Bahkan, Tari Rangguk Kumun ini menyita perhatian karena ditarikan (diperagakan) oleh 4 generasi, dimana salah seorang personilnya yang paling tua wanita umur 84 tahun. Dalam memeragakan tari tersebut, nenek berusia lanjut tersebut duduk di atas kursi roda. Usai ditampilkan, Tari Rangguk Kumun dari Provinsi Jambi mendapat tepuk tangan meriah dari orang yang hadir dalam acara tersebut.

Usai menerima Sertifikat Warisan Budaya Tak benda Indonesia, Plt.Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar menyatakan bahwa kekayaan budaya Indonesia luar biasa, sangat banyak dan beragam, termasuk didalamnya kekayaan budaya Provinsi Jambi, dan hal tersebut harus disyukuri.

Fachrori berharap sekaligus menekankan agar budaya Provinsi Jambi harus terus dilestarikan, untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah pengenalan budaya Jambi kepada elemen-elemen masyarakat, terutama kepada anak-anak sekolah, sejak SD, agar murid-murid tersebut mengetahui dan mengenal budaya Provinsi Jambi, sejak usia dini. Fachrori mengemukakan bahwa pelestarian budaya melalui pengenalan budaya harus dilakukan secara berkelanjutan.

Bupati Merangin, H. Al Haris yang mendampingi Plt.Gubernur Jambi dalam acara tersebut menyatakan, dirinya mengapresiasi usulan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sehingga dalam tahapan selanjutnya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, sebagai pertanda bahwa budaya Jambi ternyata diakui secara nasional. “Artinya pemerintah harus giat melihat, mendorong, dan memperhatikan semua sisi budaya, yang mungkin bisa diangkat menjadi budaya nasional, sehingga yang selama ini mungkin terpendam, muncul lagi, yang selama ini tenggelam, diangkat, sehingga mendapat pengakuan nasional. Saya harap kedepan, ini menjadi semangat bagi kita semua, untuk lebih menghayati dan membanggakan lagi, dan melestarikan budaya kita yang unik dan banyak sekali,” ujar Bupati Merangin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Ujang Hariadi mengatakan, kedepan akan ditingkatkan lagi pendataan budaya dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi, utuk diajukan mendapat pengakuan dan sertifikat nasional dari Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia.

Ujang menambahkan, dengan adanya sertifikat, lebih mudah mengenalkan dan mensosialisasi