Jumat, 12 Oktober 2018 - 13:09:19 WIB
Komisi III DPRD Kota Hearing Bersama BPBD Damkar, PU dan Bappeda
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 71 kali

Mediajambi.com-  Komisi III DPRD kota Jambi menggelar hearing bersama BPBD damkar, Dinas PU kota Jambi, dan Bappeda Kota Jambi, Kamis (11/10). Dalam hearing tersebut komisi III DPRD kota Jambi menanyakan sejauh mana  hambatan dan kelengkapan sarana dan prasarana BPBD damkar.

Menanggapi hal ini Ridwan kepala BPBD damkar mengatakan bahwa  saat ini masih kekurangan mobil crane untuk menjangkau bangunan bertingkat. Sehingga saat terjadi kebakaran di gedung tinggi, petugas kesulitan untuk menjangkaunya,  Dan butuh waktu hingga beberapa jam untuk memadamkan api.

Namun untuk menutupi kekurangan tersebut, pemerintah kota Jambi sudah menganggarkan dua pos  komandan kebakaran di setiap kecamatan.  Rencananya dua pos tersebut akan dibangun di putra Retno dan di dekat UPCA. 

"Kalau  berapa anggaran yang diusulkan itu tergantung Bappeda saja yang sesuai  dengan kemampuan pemerintah kota Jambi," kata Ridwan saat dibincangi sejumlah awak media Kamis, (11/10).

Menurutnya untuk mengisi pasukan di pos damkar harus ada 20  petugas pemadam kebakaran. Dimana setiap harinya petugas yang berjaga di pos minimal 6 orang.

"Meskipun belum ada penambahan anggaran untuk menambah petugas baru, namun pihaknya akan mengisi kekurangan tersebut dengan mengatur jadwal petugas dari BPBD damkar langsung," katanya.

Ridwan  menyampaikan bahwa saat ini terdapat 180 personil pemadam kebakaran. Sementara untuk mobil armada terdapat 16 unit, 3 diantaranya dalam keadaan rusak dan 13 bisa dioperasionalkan. Sedangkan untuk pos kebakaran sudah ada 5 pos di masing-masing kecamatan. 

"Tahun depan akan ada dua penambahan jadi total ada 7 pos pemadam kebakaran," ujarnya.

 Disebutkannya jumlah tersebut  belum mencukupi kebutuhan dan rasio. Karena berdasarkan luas wilayah dan kepadatan pemukiman ini dinilai masih sangat kurang. Sehingga masih mengupayakan untuk penambahan personel dan armada.

Selain itu pihaknya juga meminta untuk kenyamanan dan safety dari setiap personel.  Seperti safety keselamatan anggota dalam penanganan kebakaran di lapangan.

"Karena kalau dari masing masing personel  tidak memiliki safety yang baik, maka akan membahayakan personel itu sendiri. Seperti sepatu, baju anti kebakaran, helm, dan lainnya," ujarnya.

Sementara itu,  ketua komisi III DPRD kota Jambi Junedi Singarimbun mengatakan bahwa  keperluan safety sarana dan prasarana kebutuhan dasar anggota sangat diperlukan.  Perlengkapan baju dan sepatu Anti kebakaran.

" Apa yang diusulkan oleh damkar, agar direalisasikan di 2019 depan," katanya.

Menurutnya anggaran untuk BPBD damkar senilai 7,9 Miliar tahun 2019. Sebesar 3,7 gaji yakni untuk keperluan gaji, selebihnya untuk kebutuhan lain. Sementara untuk pembangunan 2 pos kebakaran akan dianggarkan di dinas PU melalui cipta karya. (*)