Selasa, 06 November 2018 - 06:36:03 WIB
Syapiul Setia Menjaga Sumur Minyak Tua
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Ragam - Dibaca: 61 kali

Mediajambi.com -  Syapiul Amin (55) setia menjaga, merawat dan memastikan sumur tua pertama peninggalan Belanda di kawasan Bajubang Kabupaten Batangari, tetap beroperasi memproduksi minyak setiap hari.

 Secara bergantian dengan teman lainnya dengan waktu kerja 12 jam mereka harus mengontrol sumur-sumur dengan pompa angguknya tetap beroperasi.

 "Tidak ada dukanya, senang saja bekerja disini," kata Supervisor Lapangan PBMSJ kepada sejumlah wartawan yang mengikuti Media Field Trip di kawasan operasional PBMSJ Bajubang, Senin (5/11).

 MFT diadakan oleh SKK Migas bekerjasama dengan Forum Jurnalis Migas Jambi.

Menurut Syaiful, setiap hari petugas harus memastikan peralatan di sumur bor beroperasi dengan baik. "Banyak yang harus diperiksa, dan dirawat, seperti minyak mesinnya, apalagi ini peralatan yang sudah lama," katanya.

 Syaiful bekerja di perusahaan tersebut sejak tahun 1985 lalu. Dan Syapiul disiplin terhadap tugasnya.

 Sebelum wartawan mendekati kawasan pompa, dia mengingatkan untuk seharus menggunakan pakaian pengaman, termasuk helm. "Ya karena tidak ada, silahkan tetapi tolong jangan merokok, dan tidak menghidupkan hp karena produksi minyak ini menghasilkan gas buangan," jelasnya. 

Sumur tua peninggalan Belanda ini di bor sejak 1 Oktober 1922 dengan  produksi awal 67089 ton perhari. Sempat tutup sementara tanggal 8 April 1977 namun kemudian dibuka kembali tanggal 20 Juni 2000. Sumur tua itu termasuk bagian dari 16 sumur aktif yang beroperasi di Bajubang dengan produksi 1200 barel perhari. (lin)